Madiun (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan menyebutkan bahwa perguruan tinggi harus mampu membangun keberlanjutan agar mampu menjalankan fungsinya di tengah tantangan masyarakat masa kini.
"Perguruan tinggi harus mampu membangun keberlanjutan kelembagaan dan tata kelola Tri Dharma di tengah tantangan dan kebutuhan masyarakat serta lingkungan. Jangan sampai perguruan tinggi tidak paham siapa yang akan menggunakan lulusannya," ujar Fauzan saat melakukan kunjungan kerja di Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Kota Madiun, Jatim, Sabtu.
Ia mengatakan institusi pendidikan termasuk pendidikan tinggi memegang peranan penting dan sangat strategis untuk membentuk masa depan peserta didiknya. Hal itu dikuatkan dengan riset Dewan Pendidikan Tinggi di Kementerian Diktisaintek terhadap keinginan orang tua mahasiswa dan calon mahasiswa saat kuliah di perguruan tinggi.
"Jawabannya adalah perguruan tinggi harus memberikan kepastian kapan lulus, kemudian yang memiliki jaringan luas, dan perguruan tinggi yang bisa menjamin keberlangsungan hidup mahasiswa dalam arti mudah mencari pekerjaan," jelasnya.
Hal itu menunjukkan pentingnya juga perguruan tinggi memiliki kolaborasi dengan dunia usaha dan industri baik pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan daya saing.
Sebagai kampus yang masih dalam fase pengembangan, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dua periode tersebut menilai UMJT yang baru bertransformasi nama dari sebelumnya Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) perlu memiliki berbagai langkah strategis dalam mewujudkan perannya.
"Mumpung masih baru, harus bisa dipetakan hal-hal yang harus dilakukan," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada mahasiswa. Di mana pelayanan perguruan tinggi tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi harus mampu menghadirkan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi mahasiswa.
"Pelayanan harus humanis, tidak hanya hanya melayani mahasiswa tapi melayani agar mahasiswa merasa senang," katanya.
Di akhir arahannya, Fauzan mengajak seluruh sivitas akademika UMJT untuk memiliki keyakinan bahwa kampus tersebut akan tumbuh menjadi perguruan tinggi besar di masa depan.
UMJT Kota Madiun sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun. Perubahan nama tersebut diterbitkan berdasar Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 480/B/O/2026 pada 5 Mei 2026 yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
UMJT memiliki berbagai program studi strategis antara lain Administrasi Kesehatan, Biokewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Lingkungan, hingga Kebidanan (D3), serta program unggulan lainnya.





