Jakarta (ANTARA) - New York Knicks memegang kendali Final NBA 2026 setelah menyapu dua pertandingan awal di kandang San Antonio Spurs sehingga unggul 2-0 dalam seri yang secara historis sering berakhir dengan keberhasilan meraih gelar juara.

“Kami tidak bisa mengubah masa lalu sekarang. Kami sudah fokus ke Game 3,” kata Victor Wembanyama setelah kekalahan tipis Spurs pada Gim 2, dikutip dari laman NBA di Jakarta, Sabtu.

Keunggulan 2-0 yang diraih Knicks menjadi modal besar menjelang dua pertandingan berikutnya di New York. Berdasarkan data historis NBA, hanya dua tim sebelumnya yang berhasil membuka Final NBA dengan dua kemenangan tandang, yakni Chicago Bulls pada 1993 dan Houston Rockets pada 1995, dan keduanya kemudian menjuarai liga.

Posisi tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Knicks berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri penantian panjang mereka meraih gelar NBA. Klub asal New York itu belum pernah menjadi juara sejak 1973 atau sekitar 53 tahun lalu.

Selain unggul dalam hitungan kemenangan, Knicks juga akan bermain di kandang sendiri dengan tren positif setelah membukukan 13 kemenangan beruntun sepanjang playoff musim ini. Rangkaian hasil tersebut membuat mereka menjadi salah satu tim paling dominan pada fase gugur musim 2025-2026.

Meski demikian, dua pertandingan awal Final menunjukkan bahwa Spurs masih mampu memberikan perlawanan ketat. Pada Gim 2, tim tuan rumah sempat mencatat laju 14-0 pada kuarter keempat untuk menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kalah tipis 104-105.

Kekalahan tersebut memperlihatkan masalah yang sama bagi Spurs dalam dua pertandingan pertama, yakni kegagalan menuntaskan pertandingan pada momen-momen krusial. Sejumlah kesalahan di akhir laga membuat momentum yang sudah berhasil dibangun tidak berujung pada kemenangan.

Di tengah tekanan yang dihadapi Spurs, Karl-Anthony Towns menjadi salah satu faktor penting keberhasilan Knicks pada dua laga awal. Center Knicks itu mencatat 21 poin dan 13 rebound pada Gim 2 serta dinilai mampu memenangkan duel individu melawan Wembanyama pada sebagian besar momen penting pertandingan.

Pelatih Spurs Mitch Johnson mengakui timnya perlu meningkatkan kualitas pertahanan terhadap Towns. “Saya pikir dia memasukkan beberapa tembakan dan dia pemain yang sangat bagus. Dia memainkan dua pertandingan yang bagus. Kami harus membuatnya lebih sulit. Kami harus terus berusaha membuat pemain-pemain hebat bekerja keras untuk setiap hal yang mereka dapatkan,” katanya.

Seri Final NBA kini akan berpindah ke New York untuk Gim 3 dan Gim 4. Dengan keunggulan 2-0 dan dukungan penggemar di kandang, Knicks berada dalam posisi yang sangat menguntungkan, sementara Spurs menghadapi tantangan besar untuk membalikkan keadaan dan menjaga peluang mereka merebut gelar musim ini.