Jakarta (ANTARA) - Tim nasional bola basket putri U18 Indonesia menutup perjalanan di FIBA U18 Women’s Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 dengan tiga kemenangan dan hanya satu kekalahan dari Filipina pada laga di STI West Negros University Gym, Bacolod, Filipina, Sabtu.

Setelah membuktikan tiga kemenangan beruntun atas Singapura, Vietnam, dan Thailand, Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina dengan skor akhir 62-88.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal kuarter pertama. Indonesia sempat memberikan perlawanan sengit melalui permainan cepat dan transisi yang efektif.

Kombinasi serangan dan penetrasi Mabekou Talla Valerie dan rekan-rekannya membuat Indonesia masih mampu menjaga jarak skor tetap kompetitif.

Memasuki kuarter kedua, Filipina mulai meningkatkan tempo permainan mereka. Tekanan defensif yang lebih agresif serta dominasi di area rebound membuat tuan rumah perlahan mengambil alih kendali pertandingan.

Indonesia beberapa kali mencoba merespons melalui fast break, namun ketatnya pertahanan Filipina membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi poin.

Filipina semakin konsisten menjaga ritme permainan pada kuarter ketiga. Efektivitas tembakan mereka meningkat, sementara Indonesia mulai kesulitan menjaga konsistensi dalam menyerang. Beberapa kesalahan di momen penting membuat Filipina mampu memperlebar jarak poin secara bertahap.

Pada kuarter keempat, dominasi tuan rumah semakin tidak terbendung. Filipina tampil lebih stabil dalam eksekusi serangan maupun transisi bertahan, sementara Indonesia tetap berusaha menekan dan mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan.

Namun, keunggulan fisik dan kedalaman skuad Filipina membuat mereka mampu mengunci pertandingan hingga waktu pertandingan berakhir.

Dengan hasil itu, catatan sempurna Indonesia terhenti pada laga penutup. Namun, tiga kemenangan sebelumnya memastikan Indonesia tetap mengamankan tiket ke FIBA U18 Women’s Asia Cup Division B 2026 yang akan berlangsung di Thailand pada 13-19 Juli 2026.

Perjalanan di Kualifikasi SEABA menjadi modal penting bagi skuad muda Indonesia untuk terus berkembang, terutama dalam menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di fase berikutnya.