Sosok ASN Wanita Surabaya yang Tewas Usai Dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Tulang Punggung Keluarga
Putra Dewangga Candra Seta June 06, 2026 11:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Duka mendalam menyelimuti keluarga Widya Riskyanti (28), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Pertanahan Kota Surabaya II yang meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan di Kota Surabaya.

Widya mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.49 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari.

Sebelumnya, ia mengalami cedera kepala serius akibat terjatuh dari sepeda motor saat tas miliknya dirampas pelaku penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore itu tidak hanya meninggalkan luka akibat tindak kriminal, tetapi juga menyisakan kehilangan besar bagi keluarga.

Di rumahnya di Rusunawa Indrapura, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Widya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

Kepergian perempuan muda tersebut membuat keluarga kehilangan figur yang selama ini menggantikan peran sang ayah yang telah meninggal dunia setahun lalu.

Selain bekerja sebagai ASN, Widya juga membantu memenuhi kebutuhan ibunya dan membiayai pendidikan kedua adiknya.

Kasus yang menimpa Widya kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Gantikan Peran Ayah dalam Keluarga

DIDUGA KORBAN KEJAHATAN - Petugas BPBD dan Tim Medis Pemerintah Kota Surabaya memberikan penanganan medis terhadap Korban W di Jalan Kusuma Bangsa, atau tepat belakang gedung Mal Grand City, pada Selasa (2/6/2026) sore. Korban diduga menjadi sasaran penjambretan yang dilakukan bandit bermotor.
DIDUGA KORBAN KEJAHATAN - Petugas BPBD dan Tim Medis Pemerintah Kota Surabaya memberikan penanganan medis terhadap Korban W di Jalan Kusuma Bangsa, atau tepat belakang gedung Mal Grand City, pada Selasa (2/6/2026) sore. Korban diduga menjadi sasaran penjambretan yang dilakukan bandit bermotor. (istimewa)

Bagi keluarga, Widya bukan sekadar anak kedua dari empat bersaudara. Ia merupakan sosok yang mengambil tanggung jawab besar setelah ayahnya meninggal dunia.

Sejak saat itu, Widya menjadi tulang punggung keluarga dengan membantu memenuhi kebutuhan ibunya, Isnaini Budiarti (53), sekaligus membiayai sekolah kedua adiknya.

Kehilangan tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga yang selama ini bergantung pada penghasilan dan perhatian Widya.

Isnaini mengaku sempat merasa cemas ketika putrinya tak kunjung pulang ke rumah pada Selasa malam.

Kekhawatiran itu kemudian berubah menjadi kenyataan pahit setelah mendapat kabar mengenai kecelakaan yang dialami Widya.

"Ya Allah, Widya tulang punggung kami. Widya masih membiayai adik-adiknya. Kok tega pelakunya Ya Allah," tutur Isnaini saat ditemui di Rusunawa Indrapura, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Kronologi ASN Wanita Surabaya Tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, Diduga Korban Jambret

Kronologi Penjambretan yang Berujung Maut

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat Widya pulang bekerja melalui rute yang biasa dilaluinya di kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.

Saat melintas di area belakang Mal Grand City, seorang pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya diduga merampas tas milik korban. Tas tersebut berisi dokumen penting, kartu identitas, kartu ATM, serta sejumlah uang.

Tarikan kuat dari pelaku membuat Widya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dari sepeda motornya. Benturan keras menyebabkan korban mengalami cedera serius di bagian kepala.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya dan menjalani operasi darurat. Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia setelah empat hari dalam kondisi koma.

Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap

KORBAN KEJAHATAN - Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Widya Riskyanti (28), meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) sore. Widya meninggal dunia setelah koma selama empat hari akibat terjatuh dari sepeda motor setelah dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur.
KORBAN KEJAHATAN - Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, Widya Riskyanti (28), meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (5/6/2026) sore. Widya meninggal dunia setelah koma selama empat hari akibat terjatuh dari sepeda motor setelah dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur. (Montase SURYA.co.id)

Kakak sulung korban, Irma Muslika (33), mengaku sangat terpukul melihat kondisi adiknya saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Irma, luka yang dialami Widya cukup parah hingga membuat wajah korban sulit dikenali.

Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penjambretan tersebut.

"Saya enggak mau damai, nyawa harus bayar nyawa, kalau bisa seumur hidup. Polisi semoga bisa menangkap semua pelaku, karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget," tegas Irma.

Baca juga: ASN Wanita Surabaya Tewas Usai Dijambret di Jalan Kusuma Bangsa, 4 Hari Koma

Polisi Masih Memburu Pelaku

Kasus penjambretan yang menyebabkan meninggalnya Widya kini masih ditangani aparat kepolisian.

Unit Reskrim Polsek Genteng bersama jajaran terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya, Iptu Vian Wijaya, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

"Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan," ujar Iptu Vian saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penjambretan tersebut.

Kasus yang menimpa Widya Riskyanti menjadi pengingat bahwa dampak kejahatan jalanan tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga dapat menghancurkan kehidupan sebuah keluarga.

Dalam peristiwa ini, keluarga kehilangan seorang anak, kakak, sekaligus pencari nafkah utama yang selama ini menjadi tumpuan harapan.

Di sisi lain, kasus tersebut kembali menyoroti pentingnya upaya pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan jalanan, terutama pada jam-jam sibuk ketika banyak warga pulang dari tempat kerja.

Sambil menunggu proses hukum berjalan, keluarga Widya kini hanya berharap pelaku segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Ditemukan Tergeletak

Sebelumnya, seorang wanita berseragam batik biru Korpri ditemukan tergeletak di tengah Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), tepat di kawasan belakang Mal Grand City pada Selasa (2/6/2026) sore.

Korban diduga menjadi sasaran penjambretan yang dilakukan bandit bermotor.

Korban diketahui berinisial W (28), warga Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.

Setelah mendapat penanganan awal dari tim medis di lokasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita tersebut kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab pasti insiden tersebut, termasuk memastikan apakah korban kejahatan jalanan atau mengalami kecelakaan lalu lintas.

Saksi Awalnya Mengira Korban Kecelakaan

Salah seorang saksi, AP, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari rekannya sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurutnya, warga semula mengira perempuan yang tergeletak di jalan tersebut mengalami kecelakaan biasa. Namun setelah petugas datang dan melakukan penanganan, muncul informasi bahwa korban diduga menjadi korban penjambretan.

"Teman saya kira kecelakaan biasa. Tapi pas petugas datang ternyata korban itu kena jambret. Perempuan, kayaknya sendirian, iya pakai seragam Korpri biru," ujar AP, Rabu (3/6/2026).

Keterangan serupa disampaikan pedagang soto di sekitar lokasi, LK (32). Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab korban terjatuh, tetapi sempat melihat petugas melakukan penanganan darurat.

"Kemarin waktu aku melintas dari rumah mau kerja ke warung, lihat ada petugas berbaju oranye menolong orang di tikungan itu," katanya.

Jalan Kusuma Bangsa Kembali Disorot

Kasus yang menimpa W menambah daftar peristiwa kriminalitas yang pernah terjadi di kawasan Jalan Kusuma Bangsa dan sekitarnya.

Sebelumnya, pada April 2026, seorang pelajar SMP berinisial FS (15) menjadi korban begal oleh empat pelaku bersenjata tajam.

Korban dipaksa mengikuti para pelaku hingga dibawa berkeliling ke sejumlah ruas jalan di kawasan Ambengan, belakang Grand City, hingga Jalan Kusuma Bangsa.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan:

  • Honda Vario 150
  • STNK kendaraan
  • Telepon genggam
  • Kerugian ditaksir sekitar Rp25 juta

Menurut keluarga korban saat itu, pelaku sempat mengancam menggunakan pisau dan melakukan kekerasan fisik sebelum membawa kabur kendaraan.

Munculnya kembali dugaan tindak kejahatan di kawasan Kusuma Bangsa, memunculkan kekhawatiran warga dan pengguna jalan yang rutin melintas di area tersebut.

Lokasi yang berada di jalur penghubung kawasan pusat kota menuju Gubeng dan sekitarnya itu kerap ramai kendaraan, terutama pada jam pulang kerja.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.