TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi mengaku kaget dengan penangkapan Dadan Hidayana yang tersandung kasus korupsi MBG.
Menurut Hasan Nasbi, Dadan merupakan orang kepercayaan dan orang titipan Prabowo sejak zaman Jokowi.
Kata Hasan Nasbi, Dadan merupakan sosok yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi dari Presiden Prabowo Subianto sejak awal pembentukan BGN.
Namun, kedekatan tersebut disebut tidak menjadi penghalang bagi penegakan hukum ketika muncul dugaan pelanggaran yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung.
Dadan juga disebut sebagai sosok yang paling dipercaya dan disayang oleh Prabowo.
Namun, hal itu dibalas oleh Dadan dengan pengkhianatan, yakni kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi wajah Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, pada Jumat (5/6/2026).
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa dirinya dilantik sebagai Kepala PCO berbarengan dengan Dadan Hindayana.
Meski dilantik Jokowi, kata Hasan Nasbi, Dadan Hindayana adalah titipan Prabowo Subianto yang saat itu sudah terpilih di Pilpres 2024 dan menunggu pelantikan.
Pun BGN dan Kantor PCO adalah lembaga baru yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto.
“Agustus 2024 saat mau dilantik jadi PCO Presidennya masih Jokowi, Prabowo masih menhan, pagi hari sebelum dilantik saya sowan ke rumah Prabowo dan ada menteri hukum mau dilantik dan ada Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan, yang juga mau dilantik.
Baca juga: BIDAN Murtafia Rafika Dewi Ditemukan Tewas di Saluran Drainase, Sang Suami Menyerahkan Diri
Baca juga: NASIB Polantas yang Pungli Pengemudi, Minta Isikan Saldo e-Toll Rp 250 Ribu, Kini Diperiksa Propam
Dan Kantor Komunikasi Kepresidenan serta BGN disiapkan Jokowi atas permintaan Prabowo sebagai presiden terpilih,” kata Hasan Nasbi dalam tayangan YouTube pribadinya.
Sebelum dilantik oleh Jokowi, Hasan Nasbi saat itu menyempatkan diri sowan ke rumah Prabowo Subianto.
Ketika itu, pesan Prabowo yang diulang berkali-kali kepadanya ialah larangan soal korupsi.
Menurut Hasan Nasbi, hanya pesan itu saja yang disampaikan Prabowo.
Hal ini menandakan betapa pentingnya pesan larangan korupsi itu bagi Prabowo.
Hasan Nasbi pun meyakini pesan yang sama juga disampaikan Prabowo kepada menteri lain yang saat itu hendak dilantik Jokowi, yakni Dadan Hindayana.
Namun, kata Hasan Nasbi, di pertengahan jalan ternyata Dadan Hindayana mencoreng nama Prabowo di lembaga yang menjadi wajah Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Hal itu pun, kata Hasan Nasbi, direspons cepat oleh Prabowo dengan bukti penangkapan Dadan Hindayana oleh Kejaksaan Agung RI.
Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana adalah bukti bahwa tidak ada orang yang kebal hukum meskipun menjadi orang kesayangan Prabowo Subianto sekalipun.
Hal ini dibuktikan dari Dadan Hindayana sebagai orang kepercayaan Prabowo yang pada akhirnya tetap dijebloskan ke penjara usai ketahuan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemarin kita menemukan sebuah kejadian, presiden akhirnya memberhentikan orang yang paling beliau percaya, orang yang paling dekat dengan beliau, dan orang yang memegang program prioritas terbesar Presiden Prabowo beliau berhentikan karena menemukan beberapa hal yang harus dihentikan.
Dan besoknya orang tersebut serta beberapa orang lainnya ditahan Kejagung dengan tuduhan seperti yang dilarang presiden.
Dibuktikan orang paling dekat beliau, orang paling percaya, orang paling disayangi, sekarang diusut dan diserahkan ke proses hukum,” jelas Hasan Nasbi.
Menurut Hasan Nasbi, penangkapan Dadan Hindayana menjadi pesan yang jelas dari Prabowo.
Bahwa siapa pun yang merasa memiliki kedekatan personal dengan Prabowo tidak akan kebal hukum apabila ketahuan korupsi.
Maka, Hasan Nasbi mengingatkan bahwa penangkapan Dadan Hindayana menjadi introspeksi bagi semua anak buah Prabowo untuk segera memperbaiki diri.
Diketahui Dadan Hindayana memang sudah mengenal Prabowo Subianto secara pribadi jauh sebelum menjadi Kepala BGN.
Dadan mengaku mengenal Prabowo saat dirinya sebagai ahli serangga berhasil mengobati salah satu tanaman kesayangan Prabowo yang mati karena serangga.
Dari situlah kedekatan Dadan dan Prabowo terjalin hingga dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Kepala BGN.
(*/tribun-medan.com)