Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Indonesia membuka peluang kepada perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis.
“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa. Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Di sektor perkeretaapian, Indonesia masih membutuhkan pengembangan jaringan kereta api secara signifikan untuk memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pemerataan pembangunan.
Karena itu, kata AHY, Indonesia membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis, termasuk Trans-Sumatera, Trans-Sulawesi, dan Trans-Kalimantan.
Selain pembangunan jaringan, peluang kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi dan manufaktur sarana-prasarana perkeretaapian, rekayasa kereta berkecepatan tinggi dan angkutan berat (heavy-haul rail), peningkatan standar keselamatan dan operasional, pengembangan perkeretaapian rendah karbon, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dan riset.
AHY juga menyoroti pentingnya pengembangan transportasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan. Menurutnya, pengalaman Rusia dalam mengelola sistem transportasi publik, khususnya Metro Moskow, dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan MRT, LRT, dan kereta komuter di Indonesia.
Dirinya menegaskan, bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa, transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan urat nadi yang menghubungkan masyarakat, memperkuat persatuan, serta membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas berbagai peluang kerja sama strategis di bidang transportasi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Federasi Rusia Andrey Nikitin di Moskow, Rusia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Rusia, khususnya dalam pengembangan transportasi dan konektivitas yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing.





