Tembakan Wembanyama Meleset, Fans NBA di Jakarta Lemas di Detik Akhir
Acos Abdul Qodir June 07, 2026 03:19 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – New York Knicks sukses mencuri kemenangan tipis 105-104 atas San Antonio Spurs pada Game 2 NBA Finals 2026.

Hasil dramatis ini langsung memicu reaksi emosional ratusan penggemar bola basket di tanah air yang menyaksikan laga melalui acara nonton bareng di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) pagi.

Kekalahan San Antonio Spurs dipastikan setelah tembakan penentu bintang muda mereka, Victor Wembanyama, meleset tepat saat bel akhir berbunyi.

Keberhasilan Knicks menumbangkan Spurs di hadapan pendukungnya sendiri membuat tim asuhan New York tersebut kini unggul 2-0 dalam sistem best-of-seven (format berburu empat kemenangan pertama).

Hasil ini membuka lebar peluang Knicks untuk mengakhiri puasa gelar juara dunia yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1973 silam.

Atmosfer pertandingan yang ketat hingga detik terakhir menghadirkan ketegangan nyata di lokasi nonton bareng ibu kota.

Ratusan suporter yang memadati area luar ruang tampak lemas dan tidak percaya setelah melihat momentum kemenangan Spurs sirna di depan mata akibat kegagalan eksekusi terakhir.

"Seru banget bisa nonton bareng penggemar NBA lainnya di Senayan ini. Saya mendukung Spurs karena ada Victor Wembanyama, idola saya. Sayangnya Spurs kalah. Kecewa juga karena mereka hampir menang kalau tembakan Wembanyama di detik terakhir masuk," ujar Putri Irmalia, salah satu penggemar Spurs yang hadir di lokasi.

Pertemuan kedua tim dalam partai puncak musim ini memang menyita perhatian besar komunitas basket global.

Duel ini menjadi ulangan sejarah laga final legendaris tahun 1999 silam, di mana kala itu Spurs keluar sebagai juara setelah menundukkan Knicks dengan skor telak 4-1.

Baca juga: Nyaris 1 Jam Jonatan Christie Pontang-panting Amankan Tiket Final Polytron Indonesia Open 2026

Besarnya daya tarik rivalitas klasik ini berdampak langsung pada lonjakan pemirsa secara daring.

Berdasarkan data internal penyelenggara, jumlah penonton siaran langsung pada laga pertama lalu bahkan mengalami kenaikan hingga lebih dari 90 persen jika dibandingkan dengan capaian babak final musim sebelumnya.

Meskipun tensi kompetisi di layar kaca berjalan sangat panas, situasi di area nonton bareng tetap berlangsung tertib dan penuh keakraban.

Pemain basket jalanan (streetballer) Indonesia, Rico Lubis, yang turut hadir memandu acara, mengaku terkesan dengan tingginya gairah komunitas lokal.

"Luar biasa antusiasme fans NBA di Indonesia. Ini mainnya pagi-pagi, tapi sudah seramai ini. Saya senang sekali melihat gairah basket yang kembali tumbuh. Semoga bisa seperti era 1990-an saat Michael Jordan masih bermain," kata Rico Lubis.

Melihat respons positif publik awam dan komunitas, pihak Telkomsel bersama Prime Video selaku fasilitator acara membuka peluang untuk menggelar kegiatan serupa pada sisa laga berikutnya.

Langkah ini dinilai efektif untuk mewadahi pertumbuhan ekosistem olahraga digital di dalam negeri.

"Ini baru pertama kali kami adakan bersama Prime Video dan responsnya sangat bagus. Kami terbuka untuk mengadakan nobar seperti ini lagi ke depannya," ungkap General Manager Video Business Ecosystem Telkomsel, Arnaz Kuncoro Rizky.

Baca juga: Cavaliers Melaju ke Final Wilayah Timur NBA mengalahkan Pistons

Selain menyajikan pertandingan utama, area kegiatan juga diramaikan dengan kompetisi basket tiga lawan tiga (3x3 basketball) bagi kategori anak-anak serta pembagian jersi orisinil.

Kini, fokus pencinta basket tertuju pada Game 3 dan Game 4 yang akan bergeser ke markas keramat Knicks di Madison Square Garden, New York.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.