Dua Rival Curang Didiskualifikasi, Veda Ega Melesat ke Posisi 3 Moto3
Acos Abdul Qodir June 07, 2026 06:38 AM

TRIBUNNEWS.COM – Pembalap muda andalan Indonesia dari tim Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, sukses melesat ke peringkat ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026.

Lonjakan drastis posisi ini terjadi setelah otoritas balap resmi menjatuhkan hukuman diskualifikasi massal kepada dua pembalap kompetitor utamanya, yakni Adrian Fernandez dan Brian Uriarte, akibat terbongkarnya skandal kecurangan teknis.

Sanksi pembatalan poin tersebut seketika mengubah peta persaingan papan atas secara signifikan.

Pengumuman resmi dari otoritas Kejuaraan Dunia Balap Motor atau Grand Prix (MotoGP) memastikan bahwa Brian Uriarte didiskualifikasi dari hasil balapan Moto3 Grand Prix Catalunya 2026 setelah terbukti menggunakan sampel minyak pelumas atau oli di luar spesifikasi regulasi kelas Moto3.

Keputusan final terhadap Uriarte diambil dalam pertemuan komisi balap di Hungaria setelah hasil analisis laboratorium pada sampel B mengonfirmasi pelanggaran fatal tersebut.

Akibatnya, Uriarte kehilangan 13 poin berharga dari posisi finis keempatnya di Catalunya dan merosot ke peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi 54 poin.

Dampak beruntun yang jauh lebih besar terjadi menyusul pembatalan hasil enam balapan pertama musim ini milik pembalap asal Spanyol, Adrian Fernandez.

Otoritas pengawas mendapati komponen kawat pengaman mesin serta stiker segel pelindung mesin pada motor Fernandez dalam kondisi rusak, yang mengindikasikan adanya aktivitas pembongkaran mesin ilegal yang menyalahi aturan ketat pabrikan.

Sanksi diskualifikasi Fernandez meliputi balapan di seri Thailand, Brazil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya.

Pembatalan kemenangan serta raihan poin para rival tersebut memberikan keuntungan besar bagi Veda Ega Pratama.

Baca juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Hungaria, Marc Marquez Samai Bagnaia, Bezzecchi Jaga Jarak

Pembalap debutan atau rookie berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini otomatis berhak naik ke podium ketiga untuk balapan seri Grand Prix Le Mans Prancis 2026 setelah posisi finis kedua milik Fernandez dinyatakan gugur.

Dengan revisi perolehan tersebut, Veda kini resmi mengoleksi dua podium ketiga sepanjang musim berjalan, setelah sebelumnya berhasil naik podium di Grand Prix Brazil.

Tambahan poin kumulatif ini mendongkrak posisi Veda ke urutan ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026 dengan raihan total 71 poin, berada di bawah Maximo Quiles selaku pemuncak klasemen dengan 145 poin dan Alvaro Carpe di posisi kedua dengan 93 poin.

Selain itu, Veda kini sukses mengambil alih kembali posisi puncak klasemen Rookie of the Year (penghargaan pembalap pendatang baru terbaik) dengan keunggulan 13 poin atas Uriarte.

Guncang Hungaria, Veda Amankan Baris Ketiga

PRESTASI BALAP INDONESIA - Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia asal Gunung Kidul Jogyakarta, berhasil menjuarai ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup (RBRC) 2025 yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21 dan 22 Juni 2025.
PRESTASI BALAP INDONESIA - Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia asal Gunung Kidul Jogyakarta, berhasil menjuarai ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup (RBRC) 2025 yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21 dan 22 Juni 2025. (Istimewa)

Ketangguhan mental bertanding pembalap bernomor motor 54 ini kembali teruji secara nyata dalam rangkaian seri balapan lanjutan Moto3 Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park.

Dalam sesi kualifikasi penentuan posisi start yang berlangsung ketat, Veda berhasil mengamankan tempat kesembilan dan bersiap memulai balapan hari Minggu dari barisan ketiga (third row).

Kemampuan adaptasi Veda di sirkuit baru ini tergolong sangat impresif.

Pada sesi latihan bebas pertama atau free practice 1 (FP1), ia sempat mengalami kesulitan teknis hingga tercecer di urutan paling belakang, yakni posisi ke-26.

Baca juga: Hasil Practice Moto3 Catalunya 2026: Veda Ketiban Apes, Rivalnya Menggila Sabet P1

Namun, memasuki sesi latihan lanjutan atau practice session, ia membalikkan keadaan dengan mencetak waktu tercepat kedua di bawah Maximo Quiles dengan selisih waktu tipis 0,3 detik, yang membuatnya langsung lolos otomatis ke kualifikasi kedua atau qualification 2 (Q2).

Jalannya sesi kualifikasi utama berlangsung dinamis dan dipenuhi kibaran bendera kuning akibat banyaknya pembalap elite yang terjatuh di area tikungan ke-17 yang terkenal sulit.

Veda bahkan sempat mengejutkan mekanik lawan dengan menorehkan waktu putaran 1 menit 46,1 detik yang sempat menempatkannya di posisi start terdepan atau pole position sementara.

Menjelang detik-detik terakhir sesi kualifikasi, para pembalap mulai melancarkan strategi serangan waktu putaran akhir secara agresif.

Catatan waktu tercepat akhirnya direbut oleh David Almansa yang menembus catatan 1 menit 45 detik, diikuti oleh Maximo Quiles di tempat kedua dan Brian Uriarte di urutan ketiga.

Posisi Veda sempat terdesak ke urutan kesepuluh di detik-detik penutupan akibat lonjakan waktu para kompetitor.

Beruntung bagi kubu Indonesia, catatan waktu milik Alvaro Carpe yang berada tepat di atas Veda dibatalkan oleh pihak juri akibat melanggar batas luar lintasan atau track limit.

Dengan catatan waktu resmi 1 menit 46,84 detik, Veda mengunci posisi start kesembilan dan menjaga peluang besar untuk langsung bersaing di rombongan depan sejak tikungan pertama dimulai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.