Nasib Motor Listrik MBG Nilai Triliunan di Sentul Bogor, Jadi Pajangan Usai Dadan Hindayana Diciduk
Tsaniyah Faidah June 07, 2026 09:03 AM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKANMADANG - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berimbas langsung pada nasib aset operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) mendeteksi adanya dugaan mark up fantastis dalam pengadaan barang dan jasa program tersebut.

Tidak main-main, salah satu pos anggaran yang dibidik adalah pengadaan 21.800 unit motor listrik operasional dengan nilai anggaran jumbo ditaksir mencapai Rp915 miliar hingga Rp1,39 triliun.

Lantas, bagaimana nasib kendaraan operasional bernilai triliunan rupiah tersebut saat ini?

Hasil penelusuran TribunnewsBogor.com di gudang wilayah Desa Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, motor listrik berwarna biru dengan logo BGN tersebut kini hanya teronggok sepi.

Berdasarkan pantauan langsung, atmosfer di sekitar gudang produsen Emmo Electric Mobility itu terasa sangat kontras sebelum dan sesudah Dadan Hindayana diamankan oleh pihak kejaksaan.

Saat TribunnewsBogor.com mendatangi lokasi pada Senin (13/4/2026) silam, ribuan motor matik dan trail listrik itu masih tersimpan rapi dan hanya memenuhi area samping gudang.

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada Sabtu (6/6/2026).

Pascapenangkapan Dadan, kendaraan-kendaraan biru tersebut tampak makin menumpuk hingga meluber ke area halaman depan bangunan gudang.

Motor listrik bernilai triliunan itu kini hanya bisa berjajar mati.

Pihak pengelola tampak menutup rapat deretan kendaraan tersebut menggunakan kain jaring berwarna hitam guna melindunginya dari cuaca.

Bukan cuma motor, sebuah truk kontainer berlabel PT. Yasa Artha Tunggal (YAT) juga terlihat terparkir membisu di samping gudang konversi kendaraan listrik tersebut.

Sayangnya, tidak ada aktivitas mencolok yang terlihat di dalam maupun luar area luar gudang. Suasana tampak lengang bak kuburan.

Meski pintu gerbang gudang terlihat terbuka lebar, tak nampak batang hidung satu pun karyawan yang berlalu-lalang di sana.

Menurut kesaksian salah seorang pedagang paruh baya yang mangkal di sekitar lokasi, aktivitas di gudang tersebut sepi karena faktor hari libur akhir pekan.

"Sabtu mah sepi pada libur, kalau hari biasa mah ada karyawannya," ungkap pria paruh baya tersebut saat berbincang dengan TribunnewsBogor.com, Sabtu (6/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.