TRIBUNJATIM.COM - Karier di lingkungan pemerintahan seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri hingga TNI kerap menjadi andalan.
Namun, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) juga sering menjadi pilihan lantaran menawarkan jenjang karier yang stabil.
Selain itu, besaran gaji yang ditawarkan pun menarik para pelamar untuk berebut posisi menjadi pegawai BUMN.
Gaji merupakan salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam memilih karier di BUMN.
Selain menawarkan stabilitas kerja dan berbagai fasilitas kesejahteraan, BUMN juga memberikan kompensasi yang kompetitif sesuai dengan jabatan dan bidang pekerjaan.
Seperti halnya rekrutmen CPNS, BUMN juga memberikan peluang masyarakat untuk memiliki karier yang stabil dan profesional di BUMN.
Rekrutmen biasanya dibuka setiap tahunnya.
Deretan BUMN yang sering membuka lowongan kerja di antaranya PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Telkom Indonesia, PT Pertamina hingga PT PLN.
Lantas berapa gaji pegawai BUMN dari jabatan customer service hingga komisaris?
Baca juga: Daftar Gaji TNI Mulai Prajurit Dua Hingga Jenderal, Lengkap Beserta Tunjangan Kinerja atau Tukin
Besaran gaji pegawai BUMN bervariasi tergantung pada perusahaan, jabatan, tingkat tanggung jawab, serta pengalaman kerja yang dimiliki.
Pada tahun 2025, sejumlah BUMN dilaporkan melakukan penyesuaian kompensasi untuk mendukung daya saing dan kesejahteraan karyawan.
Berikut adalah daftar kisaran gaji pada beberapa posisi di perusahaan-perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia.
Baca juga: Daftar Gaji Polisi 2026 dari Tamtama, Bharada hingga Kapolri, Tukin Capai Rp43,6 Juta
Selain gaji pokok yang menggiurkan, pegawai BUMN juga memperoleh beragam tunjangan dan bonus yang membuat pekerjaan di BUMN semakin menguntungkan, antara lain:
Misalnya pegawai PT KAI mendapatkan tunjangan ulang tahun setara satu kali gaji.
Sedangkan PT Pertamina menyediakan fasilitas kendaraan dinas, dana pensiun, hingga tunjangan kesehatan premium.
Baca juga: Daftar Nominal Gaji Ke-13 ASN, PPPK, TNI, Polri hingga Pensiunan, Sudah Cair Rp 13,9 Triliun
Penetapan remunerasi berupa gaji atau honorarium, tunjangan, dan fasilitas bagi komisaris perusahaan BUMN diatur melalui Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-3/mbu/03/2023 Tahun 2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara.
Dalam Pasal 83 Permen BUMN tersebut tertulis, anggota dewan komisaris/dewan pengawas BUMN akan diberikan honorarium yang ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan sebagai berikut:
Besaran honorarium komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN ditetapkan oleh RUPS/Menteri setiap tahun selama satu tahun terhitung sejak bulan Januari tahun berjalan.
Pedoman perhitungan honorarium komisaris utama/ketua Dewan Pengawas BUMN ditetapkan oleh Menteri.
Sementara komposisi tantiem/IK/insentif khusus bagi dewan komisaris juga mengikuti komposisi faktor jabatan dengan rincian berikut:
Berikut ini sejumlah gaji atau honorarium yang didapatkan para komisaris dari perusahaan BUMN.
Oleh karena itu, komisaris utama MIND ID kurang lebih menerima 45 persen dari honorarium direktur utama atau sekitar Rp146,25 juta.
Sementara anggota dewan komisaris mendapat gaji Rp 131,65 juta.
Selain itu, komisaris utama mendapat tunjangan transportasi, tunjangan hari raya, dan tunjangan asuransi purna jabatan.
Jika ditotal, komisaris utama MIND ID bisa mengantongi gaji Rp 2,25 miliar dalam satu tahun.
Sementara tantiem komisaris utama berdasarkan laporan keuangan 2018 mencapai Rp 4,2 miliar.
Dikutip dari Laporan Tahunan PT Pertamina (Persero) 2024, komisaris utama perusahaan BUMN Pertamina mendapat honorarium sebesar 45 persen gaji direktur utama.
Sementara komisaris mendapat 90 persen dari honoraroim komisaris utama.
Mereka juga mendapatkan tunjangan hari raya, tunjangan perumahan, dan asuransi purna jabatan. Ada juga fasilitas berupa kendaraan, kesehatan, dan bantuan hukum.
Di sisi lain, komisaris utama akan mendapatkan tambahan tantiem/insentif sebanyak 45 persen dari insentif direktur utama. Komisaris mendapat 90 persen dari insentif komisaris utama.
Merujuk dari Laporan Keuangan PT Pertamina tahun 2022 halaman 230 pada bagian "Kompensasi Manajemen Kunci dan Dewan Komisaris", total kompensasi untuk dewan komisaris sebesar 46.841 dollar AS atau lebih dari Rp 761 juta.
Dikutip dari Kompas.com (20/3/2017), BNI membayarkan gaji dan tunjangan ke sembilan anggota dewan komisaris selama setahun mencapai total Rp 9,82 miliar pada 2015.
Ini berarti rata-rata seorang dewan komisaris BNI mendapatkan Rp 1,09 miliar setahun atau Rp 90,92 juta per bulan.
Sementara bonus tantiem dewan komisaris tercatat mencapai total Rp 38,54 miliar atau setiap orang memperoleh Rp 4,2 miliar dalam setahun.
Namun pada 2023, dilansir dari Kompas.com (3/11/2023), total tantiem untuk komisaris mencapai Rp 90,70 miliar pada 2023. Ini berarti 11 orang komisaris masing-masing akan mengantongi tantiem Rp 8,24 miliar.