Kuasa Hukum Diminta Bersiap, Ruben Onsu Pertimbangkan Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Achmad Maudhody June 07, 2026 09:49 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kuasa hukum diminta bersiap, Ruben Onsu mau rebut hak asuh anak dari Sarwendah.

Perselisihan antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah kian meruncing.

Persoalan tersebut awalnya mencuat ke publik setelah Ruben Onsu mengeluhkan kesulitan mendapat haknya untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Diketahui, hak asuh anak memang berada di tangan Sarwendah setelah perceraian mereka pada 2024 lalu. Namun demikian, Ruben diberi hak untuk menghabiskan waktu bersama anak setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Ruben juga terang-terangan mengkritik Sarwendah yang dinilai terlalu melibatkan anak-anaknya dalam kehidupan asmara dengan sosok kekasih barunya, Giorgio Antonio.

Sarwendah dinilai terlalu mengakrabkan anak-anaknya dengan orang lain dibanding ayah kandung mereka sendiri.

Sejumlah pertimbangan itulah yang membuat Ruben mulai mempertimbangkan langkah hukum terkait hak asuh anak.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Minola Sebayang.

Minola mengatakan, Ruben telah memintanya untuk mulai menyiapkan upaya hukum terkait hak asuh anak melalui jalur pengadilan.

"Ruben meminta saya untuk mulai melakukan upaya memperjuangkan hak asuh di pengadilan, ya," ujar Minola, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (6/6/2026). 

Menurut Minola, keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang belakangan berkembang dalam kehidupan anak-anak Ruben.

"Karena dengan situasi dan kondisi seperti hari ini, dengan attitude keluarga itu, dengan ucapan-ucapan yang seperti itu, dan kemudian mempertontonkan yang seperti Sarwendah bilang itu."

Lebih lanjut, Minola menyoroti keberadaan sosok yang dinilainya belum memiliki hubungan resmi dengan Sarwendah, namun dianggap sudah mendapat ruang yang sangat dekat dengan anak-anak Ruben.

"Walaupun kita enggak masuk ke ranah pribadi, tapi mempertontonkan bagaimana ada orang yang masih belum resmi (Giorgio Antonio) kan begitu ya, tapi diperlakukan seolah-olah itu adalah kepala keluarga di rumah itu, dan memberi waktu yang sangat leluasa dengan anak-anaknya Ruben."

Minola menilai kondisi tersebut tidak tepat karena dapat mengaburkan posisi ayah kandung di tengah kehidupan anak-anak.

"Jadi inilah yang saya katakan kemarin itu, jangan jadikan ayah menjadi orang asing dan jangan jadikan orang asing menjadi ayah. Ini sesuatu hal yang sebenarnya tidak tepat."

Karena alasan-alasan tersebut, Minola mengungkapkan bahwa kemungkinan pengajuan gugatan hak asuh kini semakin terbuka untuk dilakukan.

"Nah, jadi dengan kondisi yang seperti ini, dengan desakan masyarakat, akhirnya Ruben meminta saya untuk mengajukan gugatan permohonan hak asuh itu karena dianggap bahwa Sarwendah tidak patut untuk diberikan hak mengasuh anak tersebut," tutupnya.

Pakar Ekspresi Soroti Permintaan Maaf Sarwendah

Sarwendah membuat video berisi klarifikasi dan permintaan maaf usai menuai kritik luas dari publik.

Permintaan maaf Sarwendah itu diunggah setelah viralnya cuplikan video yang merekam momen saat dirinya meluapkan kekesalan sambil melontarkan kata umpatan. Situasi itu jadi sorotan di tengah konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu.

Lewat video yang diunggah di instagram, @sarwendah29, Ibu tiga anak itu mengutarakan permintaan maaf kepada publik dan anak-anaknya atas ucapannya yang membuat gaduh.

Namun belakangan, permintaan maaf Sarwendah itu kini jadi sorotan seorang ahli ekspresi, Kirdi Putra.

Secara blak-blakan, Kirdi menilai permintaan maaf tersebut bukanlah bentuk penyesalan yang tulus, melainkan lebih menyerupai upaya menjaga citra di mata publik, khususnya para penggemarnya.

Kirdi mengawali analisanya dengan mempertanyakan apakah permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah benar-benar lahir dari ketulusan.

"Nah, jadi pertanyaannya, kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak," ujar Kirdi, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (6/6/2026). 

"Ini adalah sebuah pertunjukan. Ini adalah sebuah drama teatrikal. Di mana, kalau teman-teman juga lihat, bahwa kalau dia bicara soal penggemar itu sampai lebih dari satu kali loh, beberapa kali loh, 'pada penggemar saya, pada penggemar saya'," lanjutnya.

Ia kemudian menyoroti bahwa penyebutan mengenai penggemar muncul lebih dominan dibanding kelompok lain yang juga disebutkan dalam video tersebut.

"Sementara bahkan keluarganya, masyarakat, segala macam itu cuma satu kali, misalnya ya.

Kata-kata 'penggemar' paling banyak dia tampilkan. Bahwa sebetulnya yang paling penting di sini adalah penggemarnya ini."

Berdasarkan pengamatannya, hal itu menunjukkan adanya fokus yang lebih besar terhadap cara dirinya dipandang oleh para pendukungnya.

"Ini dia sedang, secara verbal, ingin menunjukkan tanpa dia sadari bahwa sebetulnya citra dia di mata penggemarnya itu lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri," jelasnya. 

Selain menyoroti isi pernyataan, Kirdi juga menganalisis bahasa tubuh Sarwendah selama menyampaikan permintaan maaf tersebut.

"Terus kita lihat bahasa tubuh yang ditampilkan sama dia. Ketika di awal, Sarwendah posisi tangannya seperti ini nih, megang gini ya.

Kita perhatikan ketika momen saat-saat tertentu yang terjadi adalah ketika bicara tentang anak, enggak mau anak-anaknya terpapar segala macam lah, gitu kan. Itu makin kencang dia megangnya, makin kencang ketika bicara soal anaknya.

Kemudian mulai loose, mulai lepas, menandakan dia lebih santai ketika menjelang akhir. Itu wajar dong ya, menjelang akhir santai," terang Kirdi. 

Namun menurut Kirdi, ekspresi nonverbal yang ditampilkan Sarwendah tidak menunjukkan perubahan emosi yang biasanya muncul ketika seseorang benar-benar sedang meminta maaf.

"Tetapi tolong sadari bahwa ketika dia menyampaikan permintaan maaf, yang kalau orang minta maaf dia sedang menekan egonya, itu juga tidak banyak perubahan.

Ketika orang menekan egonya, bisa dia marah, bisa dia sedih, bisa takut. Dan biasanya muncul dalam bentuk ekspresi, apakah itu gestur, apakah itu ekspresi wajah. Dan itu tidak terlalu terlihat.

Dan bagian terakhir, kalau lihat, dia ingin menampilkan sedih, tetapi tarikan garis bibirnya itu sebetulnya lebih cenderung agak hampir senyum."

Karena itu, Kirdi menilai terdapat ketidaksesuaian antara pesan yang disampaikan secara verbal dengan ekspresi nonverbal yang terlihat selama video berlangsung.

"Jadi buat saya, apa yang dia sampaikan, kata-kata verbal yang disampaikan itu tidak sinkron dengan nonverbal yang dia tampilkan. Nonverbalnya tadi gerakan tangan, tarikan bibir, dan sebagainya."

Pada akhirnya, Kirdi tetap berpegang pada kesimpulannya bahwa permintaan maaf tersebut lebih berfungsi untuk menjaga citra daripada menunjukkan penyesalan yang tulus.

"Jadi kalau ditanya sekali lagi, apakah ini adalah sebuah, katakanlah, permintaan maaf yang tulus? Jawabannya adalah bukan.

Ini adalah sebuah pertunjukan untuk menjaga citra dia di hadapan banyak orang," tegasnya. 

Ia pun menilai, sasaran utama dari pesan yang disampaikan Sarwendah lebih banyak ditujukan kepada para penggemarnya.

"Apakah penggemarnya yang jadi target lebih banyak? Ya, sesuai dengan pola yang ditampilkan oleh dia.

Jadi buat saya, sekali lagi maaf, tetapi permintaan maaf yang lebih baik sebetulnya bisa dia lakukan, tapi kebetulan tidak," pungkas Kirdi. 

Isi Permintaan Maaf Sarwendah

Melalui akun instagram, @sarwendah29, Sarwendah mengunggah video berdurasi sekitar 2 menit 40 detik berisi klarifikasi dan permintaan maaf, Jumat (5/6/2026). 

"Halo semuanya, saya Sarwendah Tan melalui video ini saya ingin menyampaikan beberapa hal, pertama-tama izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya. Keluarga besar, teman-teman, masyarakat, dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," ujar Sarwendah dikutip Jumat (5/6/2026).

Diakui penyanyi 36 tahun ini bahwa sebagai seorang manusia, dirinya juga tidak luput dari kesalahan.

Sarwendah menyadari videonya saat meluapkan amarah lewat siaran langsung di sosial media itu kini membuat kegaduhan di ruang publik.

Ia juga mengakui kata-katanya yang kini viral dalam video tersebut kurang tepat.

"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," akunya.

Ia menyadari, seharusnya konflik dengan sang mantan suami bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik.

"Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang. Lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak," tuturnya.

Atas kegaduhan yang kini terjadi, penyanyi dengan sapaan akrab Wenda ini pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang ikut terdampak.

"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," ujarnya.

Permintaan maaf itu juga disampaikan Wenda kepada kedua anaknya yang ikut merasakan dampak dari permasalahan yang kini sedang viral.

Sebagai seorang ibu, wanita yang pernah mengenyam pendidikan di Negeri China ini, berjanji akan terus merawat dan mengutamakan kebahagiaan untuk buah hatinya.

"Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka," tambahnya.

Tak hanya kepada kedua anaknya, Wenda turut menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besarnya yang juga ikut terkena imbas perseteruan dengan produser eksekutif film Bus Om Bebek ini.

"Kepada keluarga besar saya yang juga turut merasakan ketidaknyamanan, beban pikiran, karena hal ini, saya juga mohon maaf. Terima kasih telah menaruh pengertian, perhatian, dan kekuatan bagi saya," kata pelantun tembang Dilema ini.

Lewat video itu Sarwendah juga meminta maaf kepada para penggemarnya.

Kekasih pengusaha Giorgio Antonio alias Papio ini juga mengungkap peranan penting penggemar bagi kariernya di industri hiburan Tanah Air.

"Kepada para penggemar saya yang selama ini tulus dan terus mendukung saya. Karena kalian, saya tidak pernah merasa sendirian. Besar rasa terima kasih saya ke kalian."

"Saya tidak tahu harus berkata apa lagi selain ucapkan terima kasih yang tulus ini. Temani saya terus ya dalam proses menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.

Dengan adanya permasalahan dengan mantan suaminya, Sarwendah mengaku tidak memiliki maksud untuk membuat penggemar dan keluarganya kecewa.

"Percayalah, saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang. Telah kalian berikan selama ini," tandasnya.

"Dan saya perlu lebih bijak lagi, lebih mengenal dampak yang bisa saya perbuat di ruang publik," ujarnya lagi.

Kini Wenda pun berniat menyelesaikan permasalahan keluarga yang telah viral di jagat maya itu dengan kepala dingin.

"Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang, dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan."

"Saya percaya setiap perempuan memiliki penyelesaian yang masing-masing, saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang."

"Doa saya agar kita semua diberi ketabahan dan kebaikan ke depannya. Atas segala pengertian, dukungan dan kasih sayang,sekali lagi saya mengucapkan terima kasih," tutup Sarwendah.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.