Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Sebuah rumah milik owner Tanjung Tetulain, Nyong Pit Uwen, di kawasan wisata tersebut bertempat di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, ludes terbakar pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WIT.
Akibat insiden ini, bangunan rumah beserta isinya hangus terbakar, kerugian materil ditaksir sekitar Rp120 juta.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena pemilik nyaris satu bulan tidak menempati rumah tersebut.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, IPDA Janet Luhukay, mengatakan hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
"Hingga saat ini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Kepolisian dalam hal ini Unit Identifikasi Polresta P. Ambon," ujarnya saat di konfirmasi Sabtu (6/5/2026).
Dijelaskannya, kejadian yang terjadi saat subuh dengan aktivitas masyarakat yang relatif rendah sehingga tidak diketahui orang lain.
"Peristiwa kebakaran terjadi pada waktu subuh saat aktivitas masyarakat masih relatif rendah sehingga api tidak segera diketahui dan mengakibatkan kerusakan cukup besar pada bangunan rumah," tambahnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku Minggu 6 Juni 2026: Mayoritas Cerah Berawan, 3 Wilayah Berpotensi Hujan
Baca juga: 7 Juni 2026 Jadi Titik Balik, Tiga Zodiak Ini Masuki Era Baru Penuh Inspirasi
Berdasarkan keterangan pemilik rumah Nyong Pit Uwen, menduga kebakaran tersebut bukan disebabkan oleh faktor teknis, melainkan adanya unsur kesengajaan dari orang yang tidak dikenal.
Dugaan tersebut muncul berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga sekitar.
Sebelum kebakaran terjadi, sejumlah tetangga mengaku mendengar suasa seorang masuk ke dalam rumah dan memecahkan kaca.
Namun, warga tidak berani keluar untuk memeriksa karena takut.
Mengingat kawasan tersebut hanya ditempati dua rumah dan masih dikelilingi hutan, sepi, dan jauh dan pusat perkampungan.
“Dari informasi yang kami dapat, sebelum kebakaran ada yang masuk ke rumah dan memecahkan kaca. Tak lama kemudian, api membesar dari dalam rumah,” kata Nyong Pit Uwen.
Saat tiba di lokasi, api masih berkobar.
“Sekitar setengah enam, kami datang di rumah, api masih nyala,” ungkapnya.
Warga setempat kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong.
Namun, kobaran api yang sudah terlanjur membesar membuat rumah beserta seluruh isinya tidak dapat diselamatkan.
IPDA Janet mengatakan saat ini, Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease telah berkoordinasi dengan pemerintah negeri (Pemneg) dan instansi terkait lainnya untuk melakukan langkah mitigasi kebekaran kepada korban.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati pada penggunaan instalasi listrik maupun sumber api lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran. (*)