TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Viral sebuah postingan di akun TikTok yang menyebut polisi di Kabupaten Lahat, Sumsel, telah melakukan pemerasan.
Unggahan ini tayang di akun TikTok milik "Pria tersakiti" hingga menuai berbagai komentar netizen.
Berlatar di Kantor Satlantas Polres Lahat, tulisan dalam unggahan berisi, "Setega itu ya Polisi Lahat, peras habis uang kami, kami Ini dari Jauh Pak, Sampai Nahan Gak Makan, Karena Uang Kami Habis, Salut Kami Pak Gak Ada Rasa Kasihannya," isi tulisan beredar.
Selain kalimat tersebut, ia menambahkan kalimat pada takarir unggahan, "Kami dari Bengkulu Balek ke Prabu Jauh Pak". tulisnya.
Saat media ini mengonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto mengatakan mendorong untuk melaporkan kejadian yang dimaksud ke SPKT Polres Lahat.
"Silahkan korban melapor ke piket Polres Lahat, saya tunggu siang ini," ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Lebih lanjut, AKBP Novi Edyanto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada pemilik akun.
"Kami sudah komunikasi dengan pemilik akun tersebut, kalau memang yang bersangkutan merasa dirugikan, kami beri kesempatan untuk melapor," kata dia.
Terpisah, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Kasat Lantas Polres Lahat, Iptu Jhoni Albert saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga telah melakukan konfirmasi atas postingan itu, dan menanyakan langsung permasalahan yang sebenarnya.
Sementara saat awak media mengonfirmasi ke pemilik akun Pria Tersakiti melalui DM TikTok, dia menuliskan kejadian pada video yang dia unggah, terjadi sebelum Lebaran Iduladha, saat itu dia dan teman-temannya melintas di Lahat.
"Ceritanya aku dan kawan-kawan pergi liburan ke Bengkulu, nak baleknyo nyasar, salah rute, jadinya kena tilang. Memang di sini ada kesalahan dari kami, karena gak pake helm, sebab helmnya hilang waktu liburan ke Bengkulu.
(Ceritanya aku dan kawan-kawan pergi liburan ke Bengkulu, nah pulangnya nyasar, salah rute, jadinya kena tilang. Memang di sini ada kesalahan dari kami karena gak pakai helm, sebab helmya hilang waktu liburan di Bengkulu," jawab dia.
Sayangnya, ketika mengenai kalimat dalam postingan "Polisi Lahat Peras Habis Uang Kami" apakah ada unsur pemerasan atau sejenisnya, pemilik akun itu memilih untuk tidak menjawab dan justru mengunci/mem-private akunnya sendiri.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com