Perkuat Wisata Kelautan di Batam, Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Akses Destinasi Bahari
Wahyu Aji June 07, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan sektor wisata kelautan di Batam, Kepulauan Riau, terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dan kolaborasi antara pemerintah serta pelaku industri pariwisata.

Berdasarkan data pemerintah daerah, sektor pariwisata Batam mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hingga awal 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat telah mencapai lebih dari 257 ribu orang dalam dua bulan pertama, dengan tren peningkatan yang konsisten setiap tahunnya. 

Potensi Besar Wisata Kelautan Batam

Batam dikenal memiliki kekayaan wisata bahari yang meliputi pantai eksotis, gugusan pulau kecil, serta beragam aktivitas seperti snorkeling dan island hopping.

Destinasi seperti Pulau Petong, Pulau Abang, dan wilayah sekitarnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman laut yang alami.

Sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa wilayah pesisir Batam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata laut yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti Geographic Information System (GIS) dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan dan promosi wisata bahari secara modern, terutama dalam pemetaan destinasi dan pengelolaan sumber daya laut.

Salah satu pelaku usaha lokal, Batam Shuttle, turut mengambil peran strategis dalam mendorong aksesibilitas dan promosi destinasi bahari di wilayah tersebut.

Perwakilan Batam Shuttle menyampaikan, salah satu tantangan utama dalam pengembangan wisata kelautan adalah akses menuju pulau-pulau wisata yang masih terbatas bagi wisatawan umum.

“Kami melihat potensi wisata laut di Batam sangat besar, terutama pulau-pulau seperti Petong, Abang, dan sekitarnya. Namun, akses dan informasi masih perlu diperkuat agar wisatawan lebih mudah menjangkaunya,” kata Direktur Batam Shuttle, Ginto Aprianto, dikutip Minggu (7/6/2026).

Batam Shuttle sendiri berfokus pada layanan transportasi wisata dan paket perjalanan laut, termasuk snorkeling trip dan island hopping.

Peningkatan layanan transportasi yang terintegrasi dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan sektor wisata bahari.

Kolaborasi dan Strategi Pengembangan

Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas pariwisata guna mendukung sektor ini. Aksesibilitas yang semakin baik, lokasi strategis yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, serta peningkatan amenitas menjadi faktor utama pertumbuhan wisata di Batam.

Kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi elemen penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“Ke depan, kami ingin memperluas kerja sama dengan hotel, agen travel, dan komunitas lokal agar wisata bahari Batam semakin dikenal luas, baik di pasar domestik maupun internasional,” tambahnya.

Pertumbuhan sektor pariwisata memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah. Pada tahun 2024, sektor ini tercatat menyumbang ratusan miliar rupiah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam.

Dengan tren peningkatan kunjungan wisatawan serta pengembangan destinasi bahari yang terus dilakukan, Batam diproyeksikan akan semakin kuat sebagai destinasi wisata kelautan unggulan di Indonesia.

Baca juga: BKI Tekankan Standar Keselamatan di Tengah Padatnya Rute Kapal Cepat Batam

Ke depan, dengan strategi promosi yang lebih masif serta peningkatan kualitas layanan, wisata bahari Batam diharapkan tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga tujuan utama wisatawan di kawasan Asia Tenggara. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.