TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Tumpukan sampah yang selama ini mengendap di kawasan pesisir Pelabuhan Speed Boat Penajam, akhirnya dibersihkan melalui aksi Ocean Clean Up Day yang digelar Sat Polairud Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan, Minggu (7/6/2026).
Selama hampir tiga jam, personel kepolisian dan karyawan ASDP menyisir area pelabuhan, garis pantai, hingga sejumlah titik yang menjadi tempat berkumpulnya sampah kiriman.
Plastik sekali pakai, botol minuman, kemasan makanan, hingga sampah rumah tangga, menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan.
Baca juga: Viral Penipuan QRIS Modus Bukti Transfer Palsu di Penajam Paser Utara, Rugikan Sejumlah Pelaku Usaha
Kawasan pelabuhan dipilih karena menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup padat, sekaligus rentan tercemar sampah yang terbawa arus maupun dibuang sembarangan.
Kasat Polairud Polres PPU AKP Abiyantoro mengatakan kondisi kebersihan pesisir perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat yang bergantung pada wilayah perairan.
"Sampah yang menumpuk di pesisir bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi mencemari laut dan berdampak pada ekosistem," ungkapnya.
Menurutnya, persoalan sampah laut tidak dapat diselesaikan hanya dengan kegiatan bersih-bersih sesaat.
Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun laut, menjadi faktor penting dalam menekan pencemaran di wilayah pesisir.
Selain mengangkat sampah dari area pelabuhan, peserta kegiatan juga mengajak masyarakat yang berada di sekitar lokasi, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi menjadi limbah.
Sampah yang berhasil dikumpulkan, kemudian dipilah dan dibawa untuk penanganan lebih lanjut.
"Lingkungan pesisir yang bersih bukan hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga kualitas ekosistem laut agar tetap sehat untuk jangka panjang," ujar Abiyantoro. (*)