Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Kebakaran yang melanda ruang spinning batu bara di kompleks eks pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Kabupaten Sukoharjo menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp 440 juta.
Kerugian tersebut mencakup aset di area batu bara serta sejumlah fasilitas pendukung yang terdampak kebakaran.
"Dari saya minta keterangan dari pos jaga dan untuk yang bertanggung jawab di pabrik situ untuk situ sekitar Rp 40 juta dan untuk aset sekitar lingkungan batu bara kurang lebih Rp 400 juta," ujar Komandan Regu (Danru) 1 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukoharjo, Purwanto, Minggu (7/6/2026).
Kebakaran terjadi pada Sabtu (6/6/2026) malam di ruang spinning 1 batu bara yang berada di dalam kompleks eks pabrik Sritex.
Lokasi titik api berada beberapa ratus meter dari pos induk penjagaan dan pintu masuk kawasan pabrik.
Menurut Purwanto, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.45 WIB.
Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar tumpukan batu bara serta material karet yang berada di sekitarnya.
"Untuk kaitan kebakaran batu bara di Sritex 1 posisinya di (ruang) spinning 1 batu bara. Dari pos induk (penjagaan dan pintu masuk) sekitar beberapa ratus meter," ungkapnya.
Baca juga: Kebakaran Ruang Penyimpanan Batu Bara Eks Pabrik Sritex Sukoharjo, Asap Sudah Terlihat Sejak Siang
Dalam upaya penanganan, Damkar Sukoharjo menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Namun proses pemadaman tidak berjalan mudah karena petugas harus menghadapi kondisi lokasi yang minim penerangan.
Selain itu, karakteristik material yang terbakar juga menjadi tantangan tersendiri.
Batu bara yang disiram air dalam jumlah besar berpotensi longsor sehingga petugas harus menerapkan teknik pemadaman khusus.
"Untuk penanganan kita meluncurkan 2 unit armada. Untuk yang terbakar itu kan timbunan batu bara dan mesin pengolahan bahan bakar. Sedangkan yang terbakar itu karet," kata dia.
Petugas akhirnya melakukan penyemprotan dari bagian bawah tumpukan batu bara guna mencegah api semakin meluas ke area lain.
"Laporannya sendiri masuk pukul 21.45 WIB dan kami baru bisa memadamkan sekitar pukul 24.00 WIB. Kesulitannya karena minim penerangan, dan lainnya itu sistem pemadamannya karena batu bara itu kalau disemprot air banyak seperti lahar dingin. Otomatis sekali kena air banyak langsung longsor," imbuh dia.
Baca juga: Kebakaran Ruang Spinning Batu Bara di eks Pabrik Sritex Sukoharjo, Kerugian Capai Ratusan Juta
Berdasarkan keterangan petugas keamanan setempat, tanda-tanda kebakaran sebenarnya sudah muncul sejak siang hari.
Saat patroli sekitar pukul 13.00 WIB, sekuriti melihat adanya kepulan asap dari tumpukan batu bara.
Asap tersebut sempat ditangani secara mandiri dan dinyatakan terkendali.
Namun diduga masih terdapat bara api di bagian bawah tumpukan yang kemudian merembet ke karung-karung dan material karet di sekitarnya hingga memicu kebakaran lebih besar pada malam hari.
"Untuk kronologi dari sekuriti dari pukul 13.00 WIB siang pas patroli sudah indikasi asap, ditahan mandiri sekitar 30 menit sudah terkondisi tapi tidak tahu dari bawah ada karung-karung itu ada bara yang sudah menyala dan itu dekat dengan karet dan langsung makin besar," urai dia.
(*)