Mengapa Indonesia Ditawari Jepang Kapal Perusak Kelas Asagiri, Sedangkan Filipina Kelas Abukuma?
Eko Sutriyanto June 07, 2026 05:38 PM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Jepang mulai memasuki babak baru dalam kerja sama pertahanan dengan negara-negara Asia Tenggara melalui rencana transfer kapal perang bekas milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

"Jika sebelumnya Jepang dan Filipina membahas transfer kapal pengawal kelas Abukuma, kini Indonesia menjadi kandidat penerima kapal pengawal kelas Asagiri, yang memiliki kemampuan tempur lebih tinggi," ungkap analis militer Jepang  Kousuke Takahashi Jumat (5/6/2026).

Dalam pertemuan di Tokyo pada 5 Juni, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi keinginan untuk merealisasikan kerja sama yang lebih konkret, termasuk kemungkinan ekspor kapal pengawal kelas Asagiri serta kerja sama teknologi pertahanan.

Kemampuan Tempur Lebih Tinggi

Meski sama-sama merupakan kapal pengawal (destroyer escort) Jepang, kelas Abukuma dan Asagiri memiliki perbedaan kemampuan yang cukup signifikan.

Kapal kelas Abukuma memiliki bobot sekitar 2.000 ton dan dirancang terutama untuk patroli serta peperangan anti-kapal selam di wilayah perairan dekat pantai. 

Baca juga: Pemerintah Didesak Terbitkan Regulasi Pengangkutan Kendaraan Listrik di Kapal Penyeberangan

Kapal ini dilengkapi meriam 76 mm, rudal anti-kapal Harpoon, roket anti-kapal selam ASROC, dan sistem senjata jarak dekat (CIWS). Namun kapal ini tidak memiliki rudal pertahanan udara dan tidak dilengkapi hanggar helikopter.

Sebaliknya, kapal kelas Asagiri untuk Indonesia memiliki bobot sekitar 3.500 ton dan termasuk kapal perusak serbaguna. 

Selain membawa persenjataan anti-kapal dan anti-kapal selam yang serupa, kapal ini juga dilengkapi rudal pertahanan udara Sea Sparrow, dua sistem CIWS, serta mampu mengoperasikan satu helikopter anti-kapal selam SH-60.

Kemampuan pertahanan udara dan jangkauan pengawasannya jauh lebih besar dibandingkan kelas Abukuma.

Sesuai Kebutuhan Indonesia

Para analis pertahanan menilai perbedaan pilihan kapal tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan strategis masing-masing negara.

Filipina saat ini lebih memfokuskan penguatan kemampuan patroli dan pengawasan di kawasan Laut China Selatan. 

Kapal kelas Abukuma yang lebih kecil dan membutuhkan awak lebih sedikit dinilai lebih mudah dioperasikan serta lebih murah biaya pemeliharaannya.

Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan membutuhkan kemampuan patroli jarak jauh serta operasi berkelanjutan dalam waktu lama.

Karena itu, kapal kelas Asagiri yang memiliki helikopter organik, kemampuan pertahanan udara, dan daya jelajah lebih besar dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut.

Hubungan Pertahanan Semakin Erat

Indonesia dan Jepang telah menandatangani perjanjian transfer peralatan dan teknologi pertahanan pada tahun 2021. 

Dengan pelonggaran kebijakan ekspor peralatan pertahanan Jepang, Indonesia kini menjadi salah satu negara yang dapat menerima transfer alutsista dari Jepang.

Selain kapal itu sendiri, kedua negara juga membahas pelatihan personel, sistem pemeliharaan, dukungan logistik, dan transfer teknologi yang diperlukan untuk pengoperasian kapal tersebut.

Jika terealisasi, pengadaan kapal kelas Asagiri akan menjadi salah satu kerja sama pertahanan terbesar antara Indonesia dan Jepang serta memperkuat kemampuan pengawasan maritim Indonesia di kawasan Indo-Pasifik yang semakin strategis.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.