TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan masih terdapat sejumlah bagasi jemaah haji Indonesia yang belum terangkut bersama penerbangan yang membawa pemiliknya pulang ke tanah air.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan sebagian jemaah telah tiba di Indonesia, sementara bagasi mereka masih dalam proses pengangkutan dari Arab Saudi.
"Kami juga masih menerima beberapa laporan terkait dengan sejumlah bagasi jemaah yang belum terangkut bersama penerbangan asalnya. Akibat kondisi tersebut, terdapat beberapa jemaah yang kemudian tiba di tanah air sementara bagasi masih dalam proses pengangkutan dari Arab Saudi," kata Maria dalam konferensi pers virtual, Minggu (7/6/2026).
Menurut Maria, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui Daerah Kerja (Daker) Bandara langsung melakukan koordinasi dengan pihak maskapai untuk mempercepat pengiriman bagasi yang tertunda.
Kemenhaj, kata Maria, akan mengawal proses pengembalian bagasi yang tertinggal kepada jemaah.
"Namun yang kami pastikan, semenjak menerima laporan tersebut PPIH Arab Saudi melalui Daker Bandara terus berkoordinasi intensif dengan pihak Saudia Airlines untuk mempercepat proses pengiriman bagasi yang belum terangkut. Kami terus mengawal proses ini secara serius sampai seluruh bagasi bisa sampai ke tangan jemaah dengan aman," ujarnya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan. Hingga Minggu (7/6), sebanyak 95 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dengan jumlah 37.078 jemaah dan 381 petugas.
Total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan menuju Indonesia mencapai 37.459 orang.
Sementara itu, sebanyak 87 kloter telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia dengan jumlah 34.140 jemaah dan 348 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah kembali ke tanah air mencapai 34.488 orang.
Kemenhaj juga mencatat sebanyak 11.305 jemaah haji khusus telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 10.765 jemaah dan 540 petugas.