BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Armada bus yang mengalami insiden kecelakaan tunggal di tanjakan Batu Bangkai, Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), dievakuasi, Minggu (7/6/2026).
Proses evakuasi dilakukan berjam-jam menggunakan alat berat excavator, lantaran kondisi bus keluar dari badan jalan dengan posisi miring ke kiri.
Armada Bus Damri tersebut diduga gagal naik, saat akan melintas di jalan Loksado ketika menanjak dengan rute jalan menikung.
Selama evakuasi, dibantu personel Satlantas Polres HSS untuk mengatur arus lalu lintas lantaran ramainya kondisi jalan oleh warga maupun wisatawan yang pulang-pergi melintas.
Menurut penuturan warga setempat, kondisi di jalan di lokasi tersebut memang cukup rawan dan sering terjadi kecelakaan, terutama mobil yang gagal menanjak.
Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Haul ke-32 KH Mahfuz Amin di Desa Pemangkih HST, Pengamanan Diperketat
“Sering terjadi di lokasi ini. Posisi bus yang gagal nanjak terhalang pepohonan milik saya. Beberapa waktu lalu juga ada kejadian. Akibatnya menyebabkan kerusakan pohon yang saya tanam, seperti sawit,” kata Bukhari, warga Lumpangi.
Semula Bukhari tidak mengetahui ada insiden Laka bus tersebut, ia penasaran ketika ada mobil ambulans melintas dan mendapati kabar dari media sosial.
Diakuinya dengan kondisi jalan yang menanjak dan tikungan yang lumayan tajam, sopir harus ekstra berhati-hati, terutama bagi sopir yang tidak menguasai medan jalan.
Terpisah Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, melalui Kasat Lantas, AKP Tugiyana mengungkapkan kronologis kejadian. Diawali saat bus Damri Warna Putih Biru dengan Nopol DA 7961 PL dikemudikan H, berjalan dari arah Kandangan menuju Loksado.
Di dalam bus, terdapat sekitar 15 penumpang.
“Saat di di TKP, bus gagal menanjak diakibatkan pengemudi gagal merubah transmisi, menyebabkan mesin mati. Dikarenakan tidak bisa mengendalikan lagi, bus berjalan mundur dan terjatuh ke bahu jalan, sebelah kiri,” sampainya. (Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)