TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 semakin dekat.
Euforia pesta sepak bola terbesar di dunia itu pun mulai terasa hingga ke daerah, termasuk di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Tak hanya masyarakat umum yang antusias menyambut turnamen empat tahunan tersebut, sejumlah pejabat daerah juga mulai menunjukkan dukungannya terhadap tim-tim favorit mereka.
Baca juga: PTMB Target Tuntaskan Kebocoran Jaringan Pipa di 2026, Balikpapan Utara dan Barat Jadi Prioritas
Salah satunya seperti Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono. Pria yang akrab disapa Yudho itu secara terbuka menjagokan Timnas Spanyol untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Menurutnya, kekuatan utama La Furia Roja saat ini terletak pada kolektivitas permainan dan keberanian mereka mengandalkan generasi muda berbakat.
"Spanyol dan Perancis sepertinya dua negara yang paling dijagokan. Tapi Spanyol jadi favorit utama juara Piala Dunia 2026 sebab mereka punya sistem dan tim yang sangat kolektif. Mereka tidak bergantung pada satu bintang individu, tetapi mengandalkan kerja sama tim yang solid dan merata," ujar Yudho kepada TribunKaltim.co, Minggu (7/6/2026).
Ia menilai keberadaan gelandang bertahan kelas dunia seperti Rodri menjadi salah satu kunci permainan Spanyol. Ia menilai kehadiran Rodri mampu menjaga ritme permainan dan membuat aliran bola tim tetap stabil.
"Mereka punya gelandang kelas dunia seperti Rodri yang mampu mengatur pola permainan, aliran bola yang stabil dan susah direbut lawan," katanya.
Yudho juga menaruh perhatian pada kemunculan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal. Pemain muda tersebut dianggap mampu memberikan warna baru dalam skema serangan Spanyol yang cepat dan agresif.
"Spanyol sekarang mengandalkan pemain muda lincah seperti Lamine Yamal yang bisa membuat serangan lebih cepat, dinamis, dan langsung menusuk ke pertahanan lawan. Yang jelas mereka sudah punya mental juara Eropa, status mereka itu kan juara bertahan Euro," tambahnya.
Tak hanya itu, kedalaman skuad Spanyol juga menjadi alasan lain yang membuat Yudho optimistis. Ia menilai kualitas pemain inti dan pelapis relatif seimbang sehingga tidak terlalu terpengaruh jika terjadi cedera atau rotasi pemain selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, sektor sayap juga menjadi senjata mematikan Spanyol melalui kehadiran bek ofensif seperti Alejandro Grimaldo dan Pedro Porro.
"Lini serang Spanyol sekarang ini makin ngerik, sebab ada bek sayap yng ofensif kayak Alejandro Grimaldo dan Pedro Porro. Kalau pas pemain sayap menusuk ke dalam, bek sayap ini akan naik memberikan opsi umpan silang akurat dan peluang mencetak gol besar sekali. Kalau cermati, kualitas pemain inti dan cadangan hampir setara, sehingga rotasi pemain akibat cedera tidak merusak skema permainan tim nantinya,"ungkapnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia, Yudho menilai Albiceleste menghadapi tantangan tersendiri.
Ia menyebut sebagian pemain Argentina saat ini sudah memasuki usia matang, sehingga kondisi tersebut berbeda dengan skuad muda Spanyol yang tengah berada dalam fase terbaiknya.
"Pemainnya (Argentina) mulai tua tua yah. Dan soal mental mereka agak "kenyang" gelar, beda sama anak-anak Spanyol yang lagi haus-hausnya pengen juara dunia," ujarnya.
Meski antusias menyambut Piala Dunia 2026, Yudho mengaku belum memiliki agenda khusus untuk menonton langsung pertandingan di Meksiko maupun menggelar acara nonton bareng secara besar-besaran.
"Negara sedang berhemat. Dunia sedang tidak baik baik saja. Nonton bareng pas kebetulan lowong aja sih gak ada yang terlalu khusus," pungkasnya.
Sebagai informasi, Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta. Turnamen tersebut digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Kota Meksiko, sementara partai final akan dimainkan pada 19 Juli 2026 di kawasan New York/New Jersey, Amerika Serikat.(*)