Area Masjid Negara IKN di Kaltim Tercemar Sampah, OIKN Beri Solusinya
Budi Susilo June 07, 2026 06:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA – Kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur sempat terpantau tidak steril dari sampah. 

Namun, melalui aksi tanggap yang melibatkan lebih dari 300 relawan green warrior pada Minggu 7 Juni 2026, area tersebut dibersihkan secara masif.

Dari kegiatan tersebut, sebanyak 330 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah secara ketat berdasarkan jenisnya, mulai dari organik, anorganik, hingga limbah B3.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang dikutip oleh TribunKaltim.co pada Minggu (7/6/2026) siang. 

Baca juga: 3 Potensi Samarinda jadi Lumbung Pangan Masa Depan Kota IKN Nusantara

Dia menilai, angka 330 kilogram tersebut sebagai indikator bahwa kawasan inti Nusantara masih relatif terjaga di tengah masifnya pembangunan dan pertumbuhan aktivitas kawasan.

"Hari ini di Masjid Negara IKN, kita melaksanakan Korve (kerja bakti) dan berhasil mengumpulkan sampah 330 kilogram," beber Basuki. 

Jumlah tersebut menjadi sinyal bahwa semuanya harus berkomitmen menjaga lingkungan dan kawasan Nusantara. "Agar tetap bersih," tegas Basuki. 

MASJID NEGARA IKN - Ilustrasi keberadaan Masjid Negara IKN, Kaltim.
MASJID NEGARA IKN - Ilustrasi keberadaan Masjid Negara IKN, Kaltim. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL)

Solusi Mengubah Kebiasaan 

Menanggapi fakta adanya sampah di area strategis tersebut, Otorita IKN menegaskan bahwa aksi bersih-bersih temporer tidaklah cukup.

Basuki menekankan bahwa solusi utama yang ditawarkan pemerintah adalah perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.

Otorita IKN kini secara konsisten mendorong upaya sederhana namun berdampak besar, yakni disiplin membuang sampah pada tempatnya serta masifikasi penanaman pohon di berbagai titik kawasan.

Kesadaran ini pun terlihat dari antusiasme peserta yang terlibat.

Baca juga: Update Pembangunan Markas Polresta IKN Nusantara, Dilengkapi Kolam Retensi

Ratna Juwita, warga Desa Pemaluan, menilai proses pemilahan sampah yang dilakukan hari ini menjadi edukasi praktis bagi warga mengenai pengelolaan limbah yang benar.

"Kami datang sejak pagi, sampah yang kami kumpulkan langsung dipilah, mulai dari yang bisa didaur ulang sampai plastik yang tidak bisa diolah kembali. Ini penting agar kami paham cara mengelola sampah dengan benar," ujar Ratna.

SAMPAH DI IKN - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dan 300 relawan lingkungan atau green warrior memungut sampah di kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN).
SAMPAH DI IKN - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dan 300 relawan lingkungan atau green warrior memungut sampah di kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara. (HO OIKN)

Lingkungan Sebagai Gaya Hidup

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Nusantara ini tidak hanya diisi dengan aksi di lapangan, tetapi juga diskusi strategis melalui telekonferensi nasional bersama Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat.

Bagi Raehan Amsyah, tenaga kesehatan dari RS Hermina Nusantara yang turut menjadi relawan, kegiatan ini membuktikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan lintas pihak, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah.

Kata dia, untuk menjaga lingkungan di Nusantara, Otorita IKN merangkul banyak pihak, mulai dari instansi, mitra, hingga level desa serta kelurahan. 

"Lingkungan hidup harus menjadi lifestyle (gaya hidup) masyarakatnya ke depan," pungkas Raehan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.