TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangil masa khidmat 2026-2031 akhirnya resmi dilantik, Minggu (7/6/2026) siang.
Pelantikan yang digelar di Graha PCNU Bangil kali ini terasa sedikit berbeda dengan pelantikan PCNU pada umumnya.
Pelantikan PCNU Bangil dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidzyah KH Yahya Cholil Staquf dan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Ini menjadi sebuah sejarah dan kehormatan karena dua tokoh besar dalam tubuh organisasi PBNU hadir dalam acara pelantikan ini.
Baca juga: Munas NU Digelar Pertengahan Juni Untuk Tentukan Jadwal Muktamar ke-35
Baca juga: Momo Petshop Bangil, Sediakan Kebutuhan Hewan Peliharaan Harga Murah
Ketua Tanfidziyah PCNU Bangil Eddy Supriyanto mengatakan, pelantikan ini langka dan belum pernah terjadi sebelumnya.
“Allhamdulilah ini merupakan sebuah kehormatan dan sejarah karena Ketum dan Rais Aam PBNU hadir dalam acara di tempat kami,” katanya.
Menurut dia, biasanya jika berhalangan, maka salah satu hadir. Namun, ini sebuah kesempatan baik, karena keduanya berkenan hadir.
Di sisi lain, Eddy, sapaan akrabnya mengaku akan segera menjadwalkan pelaksanaan musyawarah kerja (musker) dalam jangka waktu dekat ini.
Pra musker, kata dia, sudah digelar pekan lalu. Eddy mengaku bersama seluruh jajaran pengurus akan membahas program dalam musker nanti.
“Dalam musker itu, kami akan bahas program prioritas dan super prioritas untuk lima tahun ke depan,” sambung dia.
Misalnya untuk masalah dakwah, pendidikan, perekonomian dan kesehatan. Dia mengaku sudah menyiapkan beberapa program.
Untuk masalah perekonomian, kata dia, PCNU melaunching AMDK bernama NUansa yang nanti akan dicarikan kerjasama dengan pihak ketiga.
Untuk masalah pendidikan, PCNU akan terus mendukung dan bahkan sudah mensupport UNUBA agar lebih berkembang.
Di bidang lembaga dakwah, pihaknya melakukan pelatihan untuk dai muda agar berkeliling ke desa desa menebarkan kebaikan.
Sedangkan di sektor kesehatan, Eddy ingin di setiap wilayah PCNU Bangil memiliki Klinik NU, yang semuanya berafiliasi dengan NU.
“Mohon doa restu kiai, bu nyai, mudah - mudahan semua wacana dan rencana itu mendapatkan ridho dan tercapai untuk 5 tahun,” tutupnya.
(Galih Lintartika/TribunJatimTimur.com)