Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ketekunan Wijiyanto (44) berjualan bekicot goreng selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.
Warga Kampung Kerten, Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar itu kini mampu meraih omzet kotor sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per hari dari usahanya berjualan di Alun-alun Karanganyar.
"Hasilnya Alhamdulillah, bisa untuk sekolah anak, memperbaiki rumah sedikit-sedikit. Di sini saya tinggal bersama istri dua anak dan ibu saya," ungkap Wijiyanto saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (3/6/2026).
Penghasilan tersebut menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dari hasil berjualan bekicot goreng, ia mampu membiayai pendidikan dua anaknya sekaligus memperbaiki kondisi rumah secara bertahap.
Namun, keberhasilan yang dirasakan saat ini tidak diraih dengan mudah.
Pada masa awal berjualan di Alun-alun Karanganyar, Wijiyanto sempat menghadapi berbagai tantangan yang membuatnya hampir kehilangan semangat.
Ia mengaku tiga bulan pertama menjadi masa yang cukup berat karena dagangannya belum banyak dikenal masyarakat.
"Saya di sini selama 3 bulan pertama di Alun-alun Karanganyar hampir putus asa, namun demi sekolah anak dan penghidupan sekarang, saya tetap semangat berjualan, hingga sekarang," katanya.
Meski demikian, Wijiyanto memilih bertahan.
Ia terus menawarkan dagangannya setiap hari demi keluarga yang menantinya di rumah.
Setiap hari, Wijiyanto menyiapkan bekicot goreng bersama anggota keluarganya.
Ia tinggal bersama istri, dua anak, dan ibunya yang ikut membantu proses produksi hingga pengemasan.
Setelah bekicot goreng matang, istri dan ibunya membantu membungkus makanan tersebut.
Anak pertamanya yang telah beranjak remaja juga turut membantu memasukkan bekicot goreng ke dalam kemasan kertas yang dilapisi kertas minyak.
Seluruh dagangan kemudian dimasukkan ke wadah plastik besar bersama makanan titipan lain seperti keong dan intip sebelum dibawa ke lokasi berjualan.
Baca juga: Tiga Bulan Pertama Nyaris Menyerah, Penjual Bekicot Goreng Karanganyar Bertahan hingga Cuan Melimpah
Dalam perjalanan menuju Alun-alun Karanganyar, Wijiyanto memiliki cara tersendiri untuk menarik perhatian pembeli.
Ia berkeliling menggunakan sepeda motor sambil meneriakkan kalimat khas yang kini cukup dikenal masyarakat.
"beki cotte ho'o, keong iyo yo, intip deso"
Teriakan tersebut terus ia lantunkan saat berjualan.
Tak jarang pengunjung alun-alun merespons dengan candaan.
Namun, hal itu tidak membuatnya minder atau malu.
Menurut Wijiyanto, yang terpenting adalah dagangannya bisa terjual dan memberikan nafkah bagi keluarga.
Baca juga: Lupakan Malu, Penjual Bekicot Goreng di Karanganyar Ini Sanggup Sekolahkan Anak dan Benahi Rumah
Seiring berjalannya waktu, bekicot goreng yang dijual Wijiyanto semakin memiliki banyak pelanggan.
Bahkan, dagangannya kini kerap habis sebelum pukul 21.00 WIB.
Tak sedikit pelanggan yang sengaja mencari dirinya ketika stok dagangan habis.
Beberapa di antaranya bahkan mendatangi rumahnya atau menghubungi anggota keluarganya untuk memastikan ketersediaan bekicot goreng.
"Kalau habis langsung pulang, kalau gak langsung pulang banyak yang tanya ke saya terus, bahkan ada yang cari sampai ke rumah, atau nggak kontak istri dan anak untuk membeli Bekicot Goreng itu," ujarnya.
(*)