Menyelami Sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Museum Haramain
Bobby Wiratama June 07, 2026 08:38 PM

Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah hiruk-pikuk kedatangan jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun, terdapat sebuah tempat yang menyimpan jejak panjang sejarah dua masjid suci umat Islam, yakni Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Tempat itu adalah Museum Haramain atau Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci yang berada tidak jauh dari pabrik Kiswah Ka'bah.

Lokasinya berada di kawasan Umm Al-Joud, di antara Hudaibiyah dan Kota Makkah, atau sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram.

Museum Haramain menawarkan pengalaman bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah, perkembangan arsitektur, hingga berbagai artefak berharga yang pernah menjadi bagian dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Tak heran bila museum yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz ini menjadi salah satu pusat dokumentasi sejarah Islam terpenting di Arab Saudi.

Kompleks museum terdiri dari dua ruang utama, yakni ruang koleksi Makkah dan Madinah, yang menyimpan beragam benda bersejarah.

KOLEKSI MUSEUM HARAMAIN - Sejumlah petugas haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) melihat sejumlah koleksi di Museum Haramain, Senin (27/4/2026). Museum Haramain menawarkan pengalaman bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah, perkembangan arsitektur, hingga berbagai artefak berharga yang pernah menjadi bagian dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
KOLEKSI MUSEUM HARAMAIN - Sejumlah petugas haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) melihat sejumlah koleksi di Museum Haramain, Senin (27/4/2026). Museum Haramain menawarkan pengalaman bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat perjalanan sejarah, perkembangan arsitektur, hingga berbagai artefak berharga yang pernah menjadi bagian dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. (Media Center Haji 2026/Sri Juliati)

Mulai dari model Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, artefak kuno, foto-foto langka kedua masjid suci, pelindung Hajar Aswad, hingga salinan Al-Qur'an Mushaf Utsman bin Affan.

Salah satu koleksi yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang pernah menghiasi bangunan suci tersebut.

Kiswah berwarna hitam yang dibuat dengan sulaman benang emas itu dihiasi ayat-ayat suci Al-Qur'an. 

Dari dekat, pengunjung dapat melihat detail bordiran yang menunjukkan keindahan seni kaligrafi Islam sekaligus kemuliaan Baitullah.

Baca juga: Menjelajah Pasar Kakiyah, Surga Belanja Oleh-oleh Jemaah Haji di Makkah

Museum ini juga menyimpan koleksi sajadah yang digunakan imam Masjidil Haram pada salat-salat khusus, seperti salat istisqa atau salat meminta hujan, salat gerhana, hingga salat Id.

Sementara itu, sejarah Masjid Nabawi di Madinah tergambar melalui sejumlah koleksi penting, termasuk pintu masjid yang berasal dari masa pemerintahan Raja Abdulaziz Al-Saud.

Pengunjung juga dapat melihat sejumlah artefak yang pernah menjadi bagian dari pembangunan dan pengembangan Masjid Nabawi dari masa ke masa.

Tak kalah menarik adalah koleksi perlengkapan Sumur Zamzam berupa bagian mulut sumur lengkap dengan cincin pelindung, penutup, dan sistem katrol yang dahulu digunakan untuk menimba air Zamzam.

Menurut keterangan pada papan informasi, artefak tersebut berasal dari akhir abad ke-14 Hijriah.

Di dalam koleksi yang sama juga terdapat ember tembaga yang digunakan di Sumur Zamzam dan bertarikh 1299 Hijriah atau 1881 Masehi.

Melalui berbagai koleksi tersebut, Museum Haramain tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi jendela yang memperlihatkan perjalanan panjang peradaban Islam di dua kota suci.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Haji 2026 Lewat Kartu Nusuk, Bisa Disimpan dalam Format PDF dan Gambar

Bagi jemaah yang ingin menambah wawasan sejarah selama berada di Tanah Suci, museum ini bisa menjadi destinasi alternatif yang menarik untuk dikunjungi.

Museum Haramain buka setiap Sabtu hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 20.30 Waktu Arab Saudi dan tutup sementara saat waktu salat.

Menariknya, pengunjung tidak dipungut biaya sepeser pun untuk menikmati seluruh koleksi yang dipamerkan. 

Dengan kata lain, wisata sejarah Islam ini dapat dinikmati secara gratis oleh siapa saja. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.