TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Kepanikan luar biasa pecah saat si jago merah mengamuk ganas dan melahap permukiman warga di RT 5, Jalan Laut, Desa Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada Minggu (7/6/2026) pagi.
Nahas, empat unit rumah panggung tinggal puing arang usai terbakar habis tepat saat para pemiliknya tengah pergi menyadap karet.
Di tengah situasi genting tersebut, warga sekitar menunjukkan aksi solidaritas yang tinggi berjibaku menjinakkan kobaran api.
Mengetahui rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya bekerja, warga sigap menerobos masuk mengevakuasi motor milik korban agar tidak ikut terlalap api.
Saking besarnya kobaran api yang melahap material kayu bangunan, empat rumah panggung tak berhasil diselamatkan dan hanya menyisakan puing-puing hitam legam. Bahkan, satu rumah warga lainnya terpaksa dirusak sebagian demi memutus rantai api.
Disampaikan Camat Tulung Selapan, Ricat, bahwasanya terdapat dinding rumah milik Nadi (45) sengaja dilepas secara paksa oleh warga.
"Tindakan cepat ini dilakukan agar api tidak ikut merambat lebih luas. Alhamdulillah, api akhirnya berhasil dipadamkan," terang Ricat.
Lebih lanjut, Ricat menjelaskan dugaan sementara penyebab kebakaran dahsyat ini adalah akibat korsleting (arus pendek) listrik.
Percikan api diduga kuat berasal dari rumah seorang lansia bernama Rosian (75) yang kemudian dengan cepat merambat ke rumah di sebelahnya milik Cirwan (50), Kunuk (48), dan Supardi (70).
"Untuk korban jiwa dipastikan tidak ada, begitu pun kendaraan tidak ada terbakar karena warga sigap membantu. Soal jumlah kerugian materiil, saat ini masih dalam proses penghitungan," bebernya.
Kini, keempat kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal tersebut untuk sementara waktu harus rela menumpang bernaung di rumah kerabat terdekat yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Musibah memilukan ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada Bupati OKI guna penanganan tindak lanjut.
"Semoga saja nantinya (para korban) dapat segera mendapatkan bantuan. Kami unsur kecamatan turut berduka sedalam-dalamnya atas kejadian ini, semoga para korban diberikan kesabaran dan ketabahan," harap Camat.
Menutup keterangannya, ia tak lupa memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tulung Selapan untuk selalu mengecek kembali kondisi rumah sebelum bepergian.
"Musibah kebakaran seperti ini bisa terjadi kapan saja. Apalagi di tengah musim kemarau seperti sekarang, bukan hanya keamanan rumah yang harus dijaga dari korsleting, lahan perkebunan pun juga harus dijaga ketat dari potensi kebakaran," pungkasnya
(*)