Antrean Truk BBM di SPBU Ogan Ilir Mengular Nyaris 24 Jam, Pengendara Was-was Makan Badan Jalan
tarso romli June 07, 2026 09:27 PM

Baca juga: Kronologi Sopir Truk Tewas Dikeroyok di SPBU Palembang, Pelaku Marah Ditegur Serobot Antrean Solar


SRIPOKU.COM, INDRALAYA  – Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kian meresahkan warga. Selain memicu kemacetan parah, antrean kendaraan yang didominasi truk bertonase besar ini kerap memakan badan jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

Kondisi ini salah satunya terlihat jelas di SPBU KM 35 Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Kayu Agung, tepatnya di kawasan Kota Indralaya.

Kendaraan besar terpantau mengular nyaris selama 24 jam penuh.

"Macet sudah pasti terjadi. Namun yang paling membuat kami khawatir adalah pergerakan truk-truk muatan besar itu saat keluar-masuk SPBU. Sangat membuat was-was," ujar Gusti Ali, salah seorang pengendara yang melintas, Minggu (7/6/2026) malam.

Menurut Gusti, manuver kendaraan berat tersebut sering kali mengejutkan pengendara lain karena posisinya yang terlalu menjorok ke aspal utama.

"Kadang ada truk Fuso yang mau maju, tetapi harus mundur sedikit dulu. Buntut kendaraannya langsung menghadap ke jalan raya, ini kan berbahaya bagi kendaraan di belakangnya," ungkapnya.

Mengular dari Gerbang Kampus Unsri

Fenomena serupa juga melanda SPBU KM 32 Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Palembang-Prabumulih, Kecamatan Indralaya Utara.

Di titik ini, antrean ratusan meter bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari sejak tiga minggu terakhir.

Antrean kendaraan besar tersebut dilaporkan memanjang hingga menyentuh area akses masuk gerbang kampus Universitas Sriwijaya (Unsri).

"Pagi, siang, malam, ketemu pagi lagi, antrean truk ini tidak pernah putus selama 24 jam. Parahnya lagi, sebagian sopir kadang tidak menyalakan lampu sein saat mau keluar dari barisan antrean. Pengendara di jalan raya tentu kaget," keluh Mandala, warga Indralaya Utara.

Baca juga: Pedagang di Palembang Keluhkan Antrean Solar Tutupi Akses Toko, Bikin Omzet Turun Drastis

DPRD Desak Pemkab Panggil Pengelola SPBU

Menanggapi keluhan publik yang meluas, Komisi II DPRD Ogan Ilir mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir untuk segera mengambil tindakan tegas dengan memanggil para pengelola SPBU yang menjadi titik sumbatan arus lalu lintas.

Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan resmi dari masyarakat terkait dampak buruk antrean logistik ini di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Ia mencatat ada tiga SPBU utama yang paling sering memicu kemacetan, yakni SPBU di Kecamatan Indralaya, Indralaya Utara, dan Tanjung Raja.

"Pada rapat paripurna belum lama ini, kami sudah meminta Pemkab Ogan Ilir melalui Wakil Bupati untuk memanggil para pengusaha SPBU tersebut. Kita harus cari jalan keluar bersama, jangan sampai kemacetan ini terus dibiarkan hingga semakin parah dan merugikan masyarakat luas," kata Amir saat dikonfirmasi terpisah.

Polisi Larang Truk Parkir di Badan Jalan

Di sisi lain, jajaran aparat kepolisian dari Polsek Indralaya mengklaim terus bersiaga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar area SPBU yang mengalami lonjakan antrean.

Kapolsek Indralaya, Iptu Rangga Saputra, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi keras kepada pengelola SPBU agar ikut bertanggung jawab menertibkan kendaraan konsumen mereka.

"Kami sudah sampaikan ke pengelola SPBU agar kendaraan yang hendak mengisi Solar diarahkan untuk tertib. Alur masuk dan keluar SPBU harus lewat jalur akses sebagaimana mestinya," tegas Iptu Rangga.

Polisi juga melarang keras para sopir truk menjadikan bahu dan badan jalan nasional sebagai fasilitas parkir darurat saat menunggu giliran mengisi BBM.

"Kami menekankan bahwa parkir kendaraan tidak boleh memakan badan jalan sedikit pun karena langsung mengganggu kelancaran lalu lintas publik. Personel kami di lapangan setiap hari selalu mengingatkan dan mengawasi hal ini," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.