Doa Maia Estianty Kala Dolar Tembus Rp18.000 Disorot, Istri Irwan Mussry Resah, Singgung Pajak Naik
Murhan June 07, 2026 09:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Musisi Maia Estianty ternyata ikut resah imbas kenaikan mata uang Dolar yang kini menembus Rp18.000.

Istri Irwan Mussry itu turut bersuara merespons melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian mengkhawatirkan.

Postingan Maia Estianty di akun Threads pribadinya langsung menuai perhatian luas dari warganet. 

Ibu Al El Dul itu tampak miris menyaksikan kondisi ekonomi yang kian memberatkan masyarakat, mulai dari dolar AS yang melonjak hingga berbagai kenaikan biaya lainnya.

Sebagai figur publik dengan jutaan pengikut, Maia Estianty dinilai mewakili suara banyak masyarakat yang merasakan dampak langsung pelemahan rupiah terhadap dolar AS dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga: Isu Clara Shinta Jadi Simpanan Sebelum Dinikahi Denny Goestaf Terjawab, Asal Usul Harta Tersentil

Dia pun memanjatkan doa sekaligus menyampaikan protes tersirat kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata.

Dalam unggahannya di Threads @maiaestiantyreal, Maia menulis keresahannya atas tiga tekanan ekonomi sekaligus yang kini dirasakan masyarakat. 

Ia menyebut dolar yang tembus Rp18.000, kenaikan pajak, hingga naiknya potongan admin marketplace sebagai beban yang kian berat ditanggung rakyat.

Personel Duo Maia ini lantas menutup unggahannya dengan seruan doa yang ia tujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Dollar tembus 18.000, pajak2 naik, potongan admin marketplace naik…. Doa aja deh, “Yaa Allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apa pun… Aamiin” untuk semuanya masyarakat Indonesia,” tulisnya di Threads @maiaestiantyreal pada Jumat (5/6/2026).

Postingan Maia Estianty mengundang reaksi para warganet yang ternyata merasakan hal yang sama. 

Sebagian dari mereka kaget karena perempuan berjuluk Bunda Maia ini juga resah melihat dolar AS tembus Rp18 ribu, padahal ia merupakan istri pengusaha sukses, Irwan Mussry.

“Sekelas bunda Maia pun resah dengan tarif admin marketplace. Apalagi warga biasa yang penghasilan utamanya di marketplace,” kata akun @ isman***.

“Setajir bunmay aja sampe kewalahan menghadapi ekonomi Indonesia,” kata akun @awadi***.

“Yang gak kekurangan sama sekali aja bilang gini. Gimana yang seperti saya?” kata akun @nuryeni***.

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah

Berdasarkan data Investing, rupiah pada Kamis (4/6/2026) pagi sempat menyentuh level Rp18.015 per dolar AS, melemah sekira 90 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.925 per dolar AS.

Level tersebut resmi menjadi titik terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Pelemahan rupiah yang menembus rekor sejarah ini berdampak luas bagi daya beli masyarakat, khususnya untuk kebutuhan yang bergantung pada produk impor. 

Para pelaku usaha kecil hingga konsumen rumah tangga turut merasakan imbasnya secara langsung.

Kondisi ini diperparah dengan naiknya berbagai pungutan lain yang turut memberatkan masyarakat. 

Kenaikan pajak dan potongan admin marketplace dinilai semakin mempersempit ruang gerak para pelaku usaha, terutama yang beroperasi di platform digital.

Para ekonom menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga mengancam daya beli masyarakat secara keseluruhan. 

Intervensi kebijakan yang tepat dan cepat dari pemerintah dinilai sangat dibutuhkan agar rupiah tidak terus terperosok ke level yang semakin melemah. 

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.