Dedi Mulyadi Singgung Pihak-pihak yang Tiap Hari Sudutkan Kebijakan Pemprov Jabar: Terima Kasih
Naufal Fauzy June 07, 2026 10:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi singgung pihak-pihak yang selalu menyudutkan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Hal ini dia ungkapkan di media sosial pribadinya, Minggu (7/6/2026).

Dalam postingannyaa itu, awalnya Dedi Mulyadi menyampaikan sapaan kepada masyarakat Jawa Barat yang berkegiatan di hari Minggu.

Dia juga kemudian menyampaikan ucapan terimakasih kepada warga Jabar yang selalu mendukungnya.

Termasuk pula kepada para warganet di media sosial.

"Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Jabar yang terus memberikan support terhadap perjalanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Dedi Mulyadi.

"Dan pada seluruh warganet di mana pun berada, saya juga mengucapkan terima kasih telah memberikan dukungan dalam setiap waktu," imbuhnya.

Kemudian dia menyinggung kepada pihak-pihak yang mengkritiknya.

Termasuk pihak-pihak yang malah menyudukan kebijakan-kebijakan Pemprov Jabar.

"Bagi yang mengkritik saya, saya ucapkan juga terima kasih," katanya.

"Bagi yang setiap hari melakukan upaya-upaya menyudutkan seluruh kebijakan Provinsi Jawa Barat, saya juga mengucapkan terima kasih," kata Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa antara yang mengkritik dan menyudutkan itu berbeda.

Pihak yang menyudutkan, kata dia, biasanya hanya didasarkan emosi bukan data.

"Karena antara yang mengkritik dengan yang menyudutkan tuh beda," katannya dengan wajah tenang.

"Kalau yang mengkritik, itu selalu menggunakan data, argumentasi yang kuat. Kalau yang menyudutkan, itu biasanya hanya didasarkan pada emosi," kata Dedi.

Namun Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengaku tetap menghargai keduanya.

"Tapi dua-duanya saya hargai karena semuanya adalah warga Jawa Barat," ungkap KDM.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sejumlah kebijakannya sempat disorot.

Beberapa diantarannya memang menimbulkan pro dan kontra, ada yang mendukung, ada juga yang tidak mendukung.

Kebijakan Dedi Mulyadi sejak awal menjabat Gubernur Jabar yang disorot beberapa diantaranya adalah kebijakan kirim siswa nakal ke barak militer, syarat KB vasektomi untuk penerima bansos, larangan acara wisuda dan study tour sekolah dan yang lainnya.

Selain itu, Dedi Mulyadi maski banyak disukai warga, di saat yang sama ada pula yang mengkritik gaya kepemimpinannya yang kerap membuat konten media sosial.

Kemudian belum lama ini Dedi Mulyadi juga dikritik sebagian masyarakat soal pembongkaran lapak PKL di trotoar.

Namun KDM kerap merespons kritikan-kritikan itu dengan tenang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kemarahannya. Kalau jadi pemimpin itu memang tidak pernah berada dalam posisi yang disukai semua,” ujar Dedi dikutip dari laman Bappenda Jabar.

“Pedagang kaki lima memang mencari nafkah untuk keluarga, tetapi trotoar bukan untuk pedagang kaki lima. Hak pejalan kaki harus diberikan, hak yang punya toko juga harus terlihat dari depan,” katanya merespons kritikan soal pembongkaran PKL tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.