Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Tiga korban dugaan penganiayaan brutal di Desa Fafinesu B, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) angkat bicara ihwal insiden yang dialami.
Ketiga korban penganiayaan berinisial RTT, YK dan PS ini telah melewati serangkaian operasi dan pengobatan di Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) dr. Ben Mboi Kupang beberapa waktu lalu. Selain menjalani operasi mereka juga melakukan CT Scan di bagian kepala serta tulang di RSUP dr Ben Mboi Kupang.
Saat diwawancarai, korban RTT menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, sebanyak 3 tulang rusuknya patah. Dua tulang rusuk di bagian kanan dan satu rusuk di bagian kiri.
Hal ini menyebabkan RTT kesulitan tidur pada malam hari. Ia terpaksa harus nenyangga tubuh dengan bantal ketika tidur demi mendapatkan sedikit rasa nyaman.
Baca juga: Polres TTU Tingkatkan Status Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Tiga Warga di Desa Fafinesu B
"Berdasarkan hasil CT Scan di RSUP dr Ben Mboi Kupang, kepala saya aman dan tidak ada persoalan," ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Kondisi ini menyebabkan mereka tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarga masing-masing. Ia meminta Polres TTU segera memproses hukum Kepala Desa Fafinesu B dan para pelaku lainnya.
RRT mengaku mengalami trauma mendalam pasca insiden tersebut. Ia juga mengaku mengalami gangguan psikis yang luar biasa.
Sementara itu, korban YK mengaku menerima puluhan jahitan di kepala bagian kiri. Korban mengaku dianiaya dengan kayu oleh terduga pelaku berinisial AN.
Sebanyak 4 gigi korban YK copot saat insiden penganiayaan brutal itu. Tiga gigi bagian bawah dan satu gigi bagian atas copot.
Korban PS dalam insiden itu mengaku mengalami pendarahan pada kepala bagian belakang. Operasi pembersihan darah telah dilakukan tim dokter.
Korban PS juga mengaku mengalami gangguan penglihatan. Ia mengaku ditinju Kades Fafinesu B hingga menyebabkan penglihatan terganggu sampai detik ini.
Menurutnya, saat ini mereka rutin melaksanakan kontrol kesehatan di RSUP dr. Ben Mboi Kupang. Kontrol rutin ini dilakukan agar luka tidak mengalami infeksi. (bbr)