TRIBUNMANADO.CO.ID - Firman Tuhan adalah makanan bagi tubuh rohani kita pengikut Kristus.
Membaca Alkitab sama dengan memberi makan tubuh rohani kita.
Berikut santapan rohani Kristen berjudul kebenaran dan kasih.
Baca juga: Santapan Rohani Mazmur 20:8, Bangkit oleh Kekuatan Tuhan
Bacaan Alkitab dalam 1 Korintus 8.
Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus.
Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).
Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5).
Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6).
Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).
Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan.
Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3).
Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak.
Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan.
Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama.
Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita.
Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.
Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12).
Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan.
Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama.
Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri.
Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat?
Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih.
Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah.