BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Provinsi Kalimantan Selatan telah menerima Transfer ke Daerah (TKD) realisasi mencapai Rp 6,68 triliun atau 36,78 persen dari total pagu sebesar Rp 18,17 triliun.
Sebagaimana diketahui, TKD adalah dana APBN untuk berbagai layanan publik dan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
Dikatakan Kepala Kanwil DJP Provinsi Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, realisasi Transfer ke Daerah Kalimantan Selatan Capai Rp 6,68 Triliun. Kinerja penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) di Provinsi Kalimantan Selatan hingga 30 April 2026 menunjukkan progres yang solid pada awal triwulan kedua tahun anggaran.
"Penyaluran TKD pada awal tahun 2026 masih didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) yang mencapai Rp 4,39 triliun atau 65,71 persen dari total realisasi TKD," katanya.
Dominasi ini sejalan dengan komposisi alokasi TKD tahun 2026, di mana DAU menjadi komponen terbesar serta disalurkan secara rutin melalui skema block grant dengan fokus belanja pegawai dan operasional untuk menjaga keberlangsungan layanan publik.
"Dari sisi kinerja pemerintah daerah, Kabupaten Barito Kuala mencatat capaian realisasi tertinggi dengan persentase 39,17 persen dari pagu, sementara Kabupaten Balangan menjadi daerah dengan capaian terendah sebesar 33,21 persen," jelas Catur.
Rincian realisasi penyaluran TKD di Kalimantan Selatan hingga akhir April 2026 adalah Dana Bagi Hasil (DBH) terealisasi sebesar Rp 1,02 triliun (24,82 persen), yang didominasi oleh DBH Sumber Daya Alam Minerba sebesar Rp 843,43 miliar atau 83,10 persen dari penyaluran DBH.
Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi sebesar Rp 4,39 triliun (40,58 persen), seluruhnya merupakan DAU melalui skema block grant.
DAK Fisik hingga periode ini masih belum terdapat realisasi. Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik mencapai Rp 1,03 triliun (38,48 persen), terutama untuk penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah sebesar Rp 528,91 miliar dan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp 409,92 miliar.
Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp 247,76 miliar (46,60 persen) dari pagu yang telah disesuaikan menjadi Rp 531,65 miliar. Hingga akhir April 2026, Dana Desa telah tersalurkan di 1.690 dari 1.871 desa penerima.
Dengan demikian, masih terdapat 181 desa yang belum menerima penyaluran. Adapun terdapat 3 Kabupaten yang telah memulai penyaluran tahap 2 kepada sebanyak 170 Desa yang berada di 3 Pemda yaitu di Tanahbumbu, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Tapin. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)