TRIBUNMANADO.CO.ID- Ajaran kasih ditinggalkan Tuhan Yesus untuk kita umatNya.
Semua tercatat dalam Alkitab yang kita baca dan renungkan setiap hari.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Filipi 1:27-30, Be Confident
Bacaan Alkitab dalam Mazmur 92:1-3.
Kehidupan raja Daud dipenuhi dengan nyanyian ucapan syukur dan doa.
Bahkan ungkapan syukur digubahnya dalam bentuk mazmur puji-pujian dengan iringan alat musik seperti gambus, kecapi dll, untuk memuliakan Allah.
Mengapa hidup Daud selalu dipenuhi dengan nyanyian ucapan syukur dan doa kepada Tuhan?
Karena Dia telah merasakan penyertaan dan perkenanan Allah yang sempurna serta menikmati berkat dan kasih karunia Allah yang melimpah ruah dalam hidupnya.
Sebelum menjadi seorang raja yang hebat, Daud bukanlah siapa-siapa.
Dia tidak dianggap.
Dia hanyalah seorang gembala biasa, sama dengan orang kebanyakan pada umumnya yang menggembalakan domba-domba milik ayahnya.
Ketika kakak-kakaknya pergi berperang sebagai prajurit Israel, dia hanya menjadi suruhan untuk membawa makanan mereka.
Sampai suatu saat, dia dengan gagah berani menantang Goliat, si manusia raksasa pahlawan musuh, yang terus mengolok-olok dan mengancam orang Israel.
Akhirnya dia berhasil mengalahkan Goliat hanya dengan alat sederhana dengan batu sungai saja.
Memang dia memiliki insting dan kepiawaian bertarung yang baik.
Ketika menjadi gembala domba ayahnya, dia sering menyelamatkan domba gembalaannya dari terkaman singa dan berbagai binatang buas lainnya.
Dia mengusir dan menghajar singa dengan tangannya sendiri.
Namun, bukan karena kehebatannya itu Allah terpikat padanya.
Tapi karena hatinya yang selalu melekat dan tertuju kepada Tuhan.
Dia hidup takut akan Tuhan, setia dan taat pada-Nya. Dia sosok manusia yang rendah hati.
Maka hidupnya yang sederhana diubahkan oleh Allah menjadi luar biasa. Dibandingkan kakak-kakaknya yang luar biasa, Daud memang jauh di bawah.
Tapi karena hatinya yang baik dan selalu mencari hadirat Tuhan, maka Allah mengangkat dia menjadi raja atas Israel, menggantikan pendahulunya, Saul.
Tapi dia tidak serta merta langsung jaya dan hebat.
Dia harus berjuang dan bersabar menghadapi penolakan dari Saul.
Berulang kali Saul berusaha membunuhnya, tetapi selalu gagal.
Bahkan setidaknya ada 3 kali kesempatan Daud membunuh Saul, tapi tidak dilakukannya, sebab dia tidak mau mejamah orang yang diurapi Tuhan.
Dia harus berjuang antara hidup dan mati.
Terkadang dia berada dalam lembah kekelaman, di bawah bayang-bayang maut, terancam tercabut nyawanya, tetapi pertolongan Tuhan selalu datang tepat pada waktunya.
Pernah dia harus berpura-pura sebagai orang gila, agar selamat dari musuh.
Ketika sudah eksis sebagai raja, berulang kali dia dikudeta.
Bahkan anaknya sendiri mengkudeta jabatannya hingga berusaha membunuhnya.
Demikian pelik, berat dan sulitnya perjalanan hidup raja Daud.
Tetapi, karena dia terus bergantung kepada Tuhan, mencari hadirat-Nya, menyembah dan memuliakan Dia, maka Allah mengasihi dia, lebih dari raja-raja manapun.
Daud sungguh merasakan bahwa apa yang dia terima dan nikmati, dari Tuhan asalnya.
Bahwa siang malam hidupnya, ada dalam naungan kasih sayang Allah yang maha kuasa dan maha kasih.
Daud merasakan betapa dia mendapatkan segalanya hanya karena Tuhan.
Betapa ketika dia dalam kesusahan, hanya Tuhan yang selalu menolongnya, dari berbagai persoalan hidup seberat apapun juga.
Daud menyebut kasih setia Tuhan dirasakan dan dinikmatinya, pada waktu pagi dan pada waktu malam.
Artinya secara terus menerus, tiada hentinya.
Sepanjang masa dan di setiap waktu kasih karunia melimpah dari Allah dinikmatinya.
Itulah sebabnya dia bermazmur dan menyanyikan syukur kepada Allah, karena begitu besar pertolongan dan begitu berlimpah berkat-Nya atas Daud, dan semua umat yang berharap pada-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Sahabat Kristus, bukan hanya Daud yang menikmati pertolongan, perlindungan dan berkat berlimpah dari Allah.
Tapi kita juga.
Karena itu, kesaksian dan ungkapan syukur Daud itu hendaklah juga menjadi pengajaran dan teladan bagi kita.
Hendaklah hidup kita selalu dipenuhi dengan nyanyian syukur kepada Allah karena berkat dan kasih karunia yang berlimpah dan sempurna bagi kita.
Pagi dan malam, dalam segala hal, untuk seterusnya dan selamanya, sepanjang hari hidup kita, ucapkanlah syukur dan mazmur sebagai tanda terima kasih kita kepada Allah, oleh karena pemeliharaan-Nya dalam hidup kita.
Puji, sembah dan muliakanlah nama Tuhan di sepanjang hari hidup kita, baik atau tidak baik keadaan-Nya. Glori, haleluya. Amin