TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menilai masuknya perusahaan rokok sebagai sponsor di Kulon Progo bisa membuka peluang lebih luas untuk menghadirkan berbagai kegiatan.
Dengan terbukanya sponsor rokok di Kulon Progo, menurutnya, akan banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap dengan adanya sponsor yang sudah bisa masuk, kegiatan di sektor pariwisata dan olahraga semakin bergairah dan mampu menggerakkan UMKM," kata Agung memberikan keterangannya pada Minggu (07/06/2026).
Pernyataannya itu disampaikan setelah Pemkab Kulon Progo menggelar Kulon Progo Fair di Alun-alun Wates sepanjang hari pada Sabtu (06/06/2026).
Kegiatan akbar tersebut menggandeng perusahaan rokok sebagai sponsor tunggal.
Kegiatan dengan sponsor dari perusahaan rokok itu jadi yang pertama kalinya di Kulon Progo sejak revisi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Jika sebelumnya sponsor rokok dilarang, maka saat ini sudah dibuka.
Bupati Agung pun menilai dengan terbukanya peluang sponsor dari perusahaan rokok bisa membuat pihaknya lebih banyak menggelar berbagai kegiatan besar di Kulon Progo.
Seperti yang berkaitan dengan seni budaya hingga sport tourism.
Menurut Agung, kegiatan besar di Kulon Progo bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Khususnya secara ekonomi, di mana pendapatan para pelaku UMKM bisa lebih meningkat.
"Berbagai kegiatan itu juga menjadi cara kami untuk menarik wisatawan datang ke Kulon Progo," jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo, Sutarman menyampaikan Kulon Progo Fair digelar sejak pagi hingga malam hari.
Kegiatan diawali dengan senam massal dan riding wisata yang dilakukan oleh komunitas sepeda motor menjelajah sejumlah destinasi wisata di Pegunungan Menoreh.
Sebanyak 30 pelaku UMKM unggulan dari Kulon Progo turut dilibatkan.
Pada malam harinya, konser besar digelar dengan menghadirkan penampil perdana dan ditonton oleh ribuan warga.
"Kegiatan ini kami gelar secara gratis bagi warga Kulon Progo," ujar Sutarman.
Pihaknya sengaja menggelar konser secara gratis dengan tujuan sebagai pemantik daya tarik pengusaha yang hendak berinvestasi di Kulon Progo.
Adanya dukungan investor dinilai akan membuat berbagai kegiatan di Kulon Progo menjadi lebih meriah.
Sutarman pun menilai Kulon Progo Fair bisa menjadi sarana promosi wisata yang efektif.
Apalagi mereka yang datang ke Kulon Progo Fair tak hanya warga lokal, melainkan juga berasal dari luar Kulon Progo.
"Harapannya kegiatan seperti ini bisa meningkatkan kunjungan wisata, mendorong peningkatan pendapatan daerah, serta menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.(ALX)