4 Pejabat Baru akan Dilantik Prabowo Hari Ini, Rumor Said Iqbal jadi Penasihat Presiden, Siapa Saja?
ninda iswara June 08, 2026 01:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Istana Kepresidenan dijadwalkan menjadi lokasi pelantikan sejumlah pejabat negara oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026).

Agenda tersebut langsung menyita perhatian publik karena memunculkan berbagai spekulasi terkait kemungkinan adanya perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat.

Sejak kabar pelantikan diumumkan, berbagai pihak mulai mengaitkannya dengan langkah evaluasi yang tengah dilakukan Presiden terhadap jajaran pemerintahannya.

Dugaan mengenai pergantian sejumlah posisi strategis pun semakin ramai diperbincangkan.

Salah satu jabatan yang menjadi sorotan adalah posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kursi tersebut hingga kini masih kosong setelah ditinggalkan pejabat sebelumnya.

Baca juga: Isu Prabowo Reshuffle Kabinet Hari Ini, Daftar Nama Pejabat Diduga Diganti, Ada yang Isi Pos Baru

Kekosongan jabatan itu terjadi usai Presiden Prabowo memberhentikan Silmy Karim dari posisinya.

Keputusan tersebut diambil setelah Silmy terseret dalam kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatian publik.

Meski posisi tersebut dinilai penting, pemerintah memastikan belum akan melakukan pengisian dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang ditinggalkan Silmy Karim masih akan tetap kosong untuk sementara waktu.

Menurut Prasetyo, pencopotan Silmy tidak mengganggu ritme kerja di Kementerian Imipas. 

Sementara itu, Prasetyo mengkonfirmasi pelantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, oleh Presiden Prabowo Senin (8/6/2026).

"Berkenaan dengan masalah pelantikan (pimpinan BGN) kami agendakan di Minggu depan," kata Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan alasan pelantikan pimpinan BGN yang baru tidak dilakukan langsung setelah pengangkatan.

Menurut Prasetyo, Presiden ingin pimpinan BGN yang baru melakukan perbaikan terlebih dahulu.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” katanya.

Lagi pula kata Prasetyo secara administrasi hukum, ketiga pimpinan BGN telah sah menjabat begitu pengangkatan atau Keputusan Presiden ditetapkan.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Prasetyo menjelaskan alasan Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai pengganti Dadan Hindayana.

Nanik dinilai telah memahami seluk beluk BGN karena sebelumnya menjabat wakil kepala di lembaga tersebut.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," katanya.

Selain itu kata dia, Nanik merupakan sosok yang telaten, tegas, dan disiplin dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujarnya.

Berikut adalah profil dan sosok singkat dari tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto:

1. Nanik S. Deyang (Kepala Badan Gizi Nasional)

Latar Belakang: Mantan jurnalis senior yang memiliki kedekatan taktis dan rekam jejak panjang sebagai orang kepercayaan Prabowo Subianto sejak masa-masa pilpres terdahulu.

Ia juga dikenal sebagai wakil ketua di organisasi sayap pendukung pemerintah.

Dikenal sebagai sosok lapangan yang vokal, loyal, dan memiliki kapabilitas komunikasi publik yang kuat.

Sebagai Kepala BGN, ia akan menjadi wajah utama sekaligus motor penggerak politik dalam mengeksekusi Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Idrus Marham Bahas Kinerja: yang Tak Produktif Harus Diganti

SOSOK NANIK S. DEYANG - Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dulunya wartawan.
SOSOK NANIK S. DEYANG - Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, dulunya wartawan. (Dokumentasi/PT Pertamina)

2. Agustina Arumsari (Wakil Kepala Badan Gizi Nasional)

Latar Belakang: Teknokrat dan birokrat murni dari unsur pengawasan keuangan negara.

Sebelum ditarik ke BGN, ia memiliki rekam jejak panjang sebagai Deputi Kepala Bidang Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Sosok yang tegas, teliti, dan menguasai seluk-beluk audit keuangan. Kehadirannya diplot sebagai "benteng integritas" untuk mengawasi manajemen anggaran BGN yang sangat besar, memastikan transparansi, dan menutup segala celah kebocoran atau korupsi.

3. Mayjen TNI Trenggono (Wakil Kepala Badan Gizi Nasional)

Latar Belakang: Perwira tinggi militer aktif yang memiliki keahlian dan spesialisasi kuat di bidang logistik, suplai, dan infrastruktur pertahanan/operasi berskala besar.

Sosok komando yang disiplin, taktis, dan fokus pada hasil eksekusi lapangan.

Kehadirannya mewakili unsur TNI untuk memperkuat rantai pasok (supply chain) pangan, memastikan jalur distribusi makanan bergizi tetap aman dan tepat waktu sampai ke daerah-daerah terpencil (remote area).

Said Iqbal jadi penasihat Presiden

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal disebut akan dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan pada Senin (8/6/2026) besok.

Kabar tersebut diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.

“Bung (Said) Iqbal besok mudah-mudahan, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kita dukung penuh sebagai gerakan buruh,” ujar Andi Gani di sela-sela Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Ia yakin meski masuk dalam pemerintahan, Said Iqbal tidak akan meninggalkan kaum buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan.

“Bung Iqbal saya yakin komitmennya sangat penuh untuk berjuang untuk buruh. Begitu juga Bung Jumhur di Menteri LH. Di tengah kesibukannya, beliau masih mau hadir di Kongres KBPI,” ucap Andi.

“Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi pembelaan terhadap buruh dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah jadi pejabat pemerintahan,” ucapnya.

Terkait kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya sempat mengonfirmasi bila Pemerintah saat ini sedang menggodok rencana masuknya Said Iqbal ke kabinet.

“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo Hadi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kata Prasetyo, sektor yang akan diisi Said Iqbal sesuai dengan bidang yang digeluti selama ini.

“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” katanya.

Said Iqbal sendiri tidak membantah maupun mengonfirmasi secara langsung terkait isu dirinya masuk kabinet Prabowo-Gibran.

"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya bang," kata Said Iqbal.

Rekam Jejak Said Iqbal

Said Iqbal merupakan pria kelahir Jakarta pada 5 Juli 1968 silam.

Said Iqbal diketahui pernah menempuh pendidikan D3 Teknik Mesin, Politeknik Universitas Indonesia, sekarang Politeknik Negeri Jakarta (1988– 1991).

Setelah lulus, ia pun bekerja sebagai buruh di pabrik  elektronika di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1992.

Gelar Sarjana Teknik Mesin ia dapatkan dari Universitas Jayabaya, Jakarta (1992 – 1996).

Pendidikan terakhirnya tercatat di Magister Ekonomi, Universitas Indonesia (2003 –2005).

Dari Buruh Pabrik hingga Aktivis

Said Iqbal pertama kali bekerja sebagai buruh pabrik perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992.

Sejak muda, Sadi Iqbal sudah menjadi aktivis buruh.

Ia diketahui pernah menjadi ketua umum serikat pekerja di perusahaan elektronik di Bekasi pada 1992.

Selama puluhan tahun, ia bekerja di perusahaan multinasional hingga akhirnya pensiun.

Pascareformasi, ia kemudian mendirikan mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Semenjak itu, Said Iqbal berperan aktif dalam memperjuangkan hak buruh, utamanya soal Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Pada 2012, Said Iqbal terpilih menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2017–2022.

Sepak terjangnya dalam memperjuangkan kaum buruh pun diakui dunia Internasional.

Pada 2013, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda.

Karir Said Iqbal

  • Presiden Partai Buruh Indonesia, tahun 2021 sampai dengan sekarang,
  • Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), tahun 2012 sampai dengan sekarang,
  • Presiden FSPMI, tahun 2003 sampai dengan 2012,
  • Anggota Dewan Pengupahan Nasional, tahun 2004 sampai dengan sekarang,
  • Anggota LKS Tripartit Nasional, tahun 2004 sampai dengan sekarang,
  • Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC), tahun 2016 sampai dengan sekarang,
  • Anggota General Council ITUC (International Trade Union Confederation), tahun 2017 sampai dengan sekarang,
  • Anggota Central Committee World Metalworkers’ Federation (IMF), tahun 2010 sampai dengan sekarang,
  • Delegasi Indonesia untuk Konferensi ILO (International Labour Organization), tahun 2021 sampai dengan 2024,
  • Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di perusahaan elektronik Bekasi, tahun 1992 sampai dengan 1999.

Terjun ke Politik

Said Iqbal pun turun ke dunia politik pada 2009. Ia mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dalam Pemilu 2009 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, langkahnya untuk masuk Senayan saat itu gagal.

Meskipun begitu, aktivitas politiknya tak pernah padam.

Ia kerap melontarkan kritik dan gagasan terhadap pemerintah dalam memperjuangkan kaum buruh.

Said Iqbal diketahui pernah mendukung pencalonan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019.

Selanjutnya, dalam Kongres ke-4 Partai Buruh tanggal 4-5 Oktober 2021 di Jakarta, Said Iqbal terpilih menjadi Presiden Partai Buruh hingga saat ini.

Pada 2024, Said Iqbal membawa Partai Buruh pun menjadi peserta Pemilu.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.