TRIBUNNEWSMAKER.COM - Peristiwa mengejutkan mengguncang warga di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sragen setelah seorang bocah perempuan bernama Bilqis ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa secara misterius.
Kematian tragis ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang tidak menyangka kejadian tersebut bisa terjadi.
Sejumlah warga mengaku awalnya tidak melihat tanda-tanda mencurigakan sebelum peristiwa itu terungkap ke publik.
Namun, dugaan adanya unsur kekerasan mulai mencuat setelah ditemukan adanya luka pada tubuh korban.
Hal ini membuat pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Area sekitar lokasi kejadian kini menjadi sorotan, karena diduga menyimpan petunjuk penting terkait peristiwa tersebut.
Warga sekitar pun ikut merasa cemas dan berharap kasus ini segera terungkap agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Tim forensik dikabarkan telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan hasil penyelidikan secara ilmiah.
Kasus ini pun menjadi perhatian luas publik karena dinilai janggal dan penuh kejanggalan sejak awal ditemukan.
Baca juga: Aksi Sadis Begal iPhone di Gedebage Bandung, Korban Diserang dan Wajahnya Disiram Cairan Aromaterapi
Seperti diketahui, kematian Bilqis, bocah perempuan berusia 11 tahun asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, masih menyisakan duka dan tanda tanya bagi keluarga.
Bilqis ditemukan meninggal dunia di rumahnya dalam kondisi mengenakan seragam Pramuka pada Jumat (5/6/2026).
Kasus ini menyita perhatian warga karena polisi menemukan dugaan adanya kekerasan pada tubuh korban.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Bilqis.
Perwakilan keluarga korban, Moewardi, mengatakan keluarga masih terpukul atas peristiwa tersebut.
"Kami berharap kasus ini bisa segera terungkap karena ini pembunuhan yang sangat sadis. Kalau pelakunya sudah ditemukan, kami meminta dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Moewardi, Sabtu (6/6/2026).
Bilqis pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi, saat pulang bekerja dari sebuah pabrik pada Jumat sore.
Penemuan itu membuat keluarga dan warga sekitar terkejut karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mengatakan, ibu korban menjadi orang pertama yang mengetahui kondisi Bilqis.
"Yang mengetahui pertama kali, ibu kandung korban dan dalam kondisi mengenakan baju Pramuka," kata Catur, Jumat (5/6/2026).
Kabar kematian Bilqis kemudian cepat menyebar dan membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi.
Saat ditemukan, Bilqis masih mengenakan seragam Pramuka.
Kondisi itu menjadi salah satu fakta yang menarik perhatian dalam penyelidikan kasus kematian bocah 11 tahun tersebut.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP untuk menelusuri rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk pemeriksaan medis.
Dari hasil pemeriksaan luar, polisi menemukan luka yang diduga bekas kekerasan pada tubuh korban.
Catur mengatakan, temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
"Yang jelas kita temukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Namun demikian, motif daripada kejadian ini akan menjadi pendalaman kami," ujar Catur.
Polisi juga menyebut kondisi tubuh korban yang diduga mengalami kekerasan sudah mengering saat ditemukan.
Berdasarkan perkiraan sementara, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 10.00-10.30 WIB.
Keluarga menyebut rumah korban berada di lingkungan yang tidak terlalu ramai aktivitas warga.
Kondisi tersebut diduga membuat peristiwa yang menimpa Bilqis tidak segera diketahui masyarakat sekitar.
Moewardi mengatakan, sebelum kejadian, keluarga tidak merasakan adanya hal mencurigakan.
Aktivitas korban sehari-hari disebut berjalan normal seperti biasa.
Keluarga tidak menyangka kejadian tragis itu menimpa Bilqis.
Keluarga korban berharap polisi segera mengungkap kematian Bilqis secara terang.
Moewardi mengatakan, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.
Keluarga juga berharap pelaku dapat dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila kasus ini terbukti sebagai tindak pidana pembunuhan.
Harapan itu disampaikan karena keluarga masih merasakan duka mendalam atas kepergian Bilqis.
Hingga Sabtu (6/6/2026), polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus kematian Bilqis.
Petugas mengumpulkan keterangan saksi, bukti, dan berbagai informasi yang diperlukan untuk memperjelas perkara.
Motif di balik dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga masih didalami penyidik.
Keluarga berharap proses penyelidikan berjalan lancar agar kasus kematian Bilqis segera menemukan titik terang.
Kasus kematian bocah bersimbah darah di Sragen ini kini masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai pelaku maupun motif dalam peristiwa tersebut.
(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)