Alvaro Arbeloa Beri Pembaruan Cedera Kylian Mbappe Secara Blak-blakan Usai Kekalahan di El Clasico & Ucapkan Selamat kepada Barcelona atas Gelar La Liga
Budi Santoso June 08, 2026 05:18 AM

Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memberikan penilaian yang lugas mengenai kondisi kebugaran Kylian Mbappe setelah kekalahan menyakitkan di laga El Clasico yang membuat Barcelona memastikan gelar juara La Liga. Penyerang asal Prancis itu absen dalam pertandingan penting tersebut saat Blaugrana merayakan kejayaan domestik di kandang sendiri, meninggalkan Los Blancos untuk menata kembali musim yang berantakan.

Tekanan meningkat seiring absennya Mbappe

Ketidakhadiran Mbappe menjadi topik utama bahkan sebelum pertandingan dimulai di Catalonia. Sang penyerang tidak masuk dalam skuad yang melakukan perjalanan untuk laga penentu musim tersebut. Meski sempat ada harapan ia bisa pulih dari cedera otot tepat waktu, Arbeloa akhirnya harus menghadapi laga besar tanpa pemain bintangnya, dan pembaruan kondisi yang diberikan setelah pertandingan tidak memberikan banyak harapan bagi para pendukung Madrid.

Pada akhirnya, absennya Mbappe menjadi beban terlalu berat bagi Real Madrid yang harus menelan kekalahan 2-0 di Stadion Spotify Camp Nou. Ketika ditanya usai pertandingan apakah pemain bintangnya itu masih akan tampil musim ini, atau apakah ada langkah lain yang bisa dilakukan agar ia tersedia untuk El Clasico, Arbeloa menjawab singkat. "Saya tidak tahu. Kita lihat saja bagaimana perkembangan cederanya," ujar sang pelatih kepada wartawan. Ketidakpastian tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap pemain berusia 27 tahun itu, yang belakangan mendapat banyak kritik dari para penggemar karena sering absen akibat cedera.

Arbeloa kecam VAR dan akui gelar juara milik lawan

Meski fokus utama tertuju pada hasil akhir, Arbeloa sempat meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit dalam insiden yang melibatkan Jude Bellingham dan Eric Garcia. Pelatih Real Madrid itu merasa timnya seharusnya mendapatkan intervensi penting dari VAR, meski ia tetap menunjukkan sikap sportif terhadap hasil akhir. Ia mengakui bahwa pertandingan menjadi sulit setelah tuan rumah menemukan ritme permainan mereka.

"Dari apa yang kami lihat, itu sangat jelas. Mungkin kita harus bertanya mengapa VAR tidak turun tangan," ujar Arbeloa. "Selamat kepada Barça atas gelar juara mereka. Mereka memulai pertandingan dengan sangat kuat. Pertandingan menjadi sulit terlalu cepat. Mereka sangat berbahaya ketika sudah unggul. Mereka adalah tim yang sangat terorganisir dengan baik. Saya meminta para pemain untuk tetap memberikan segalanya hingga akhir, terlepas dari skor yang terjadi."

Membela skuad di tengah suasana 'beracun'

Dengan Real Madrid yang kembali menutup musim tanpa trofi besar, seruan untuk melakukan perombakan besar-besaran pada musim panas semakin nyaring. Laporan mengenai ketegangan internal juga menambah suasana tidak kondusif, namun Arbeloa cepat membantah anggapan bahwa skuad saat ini sudah rusak. Ia menegaskan bahwa fondasi untuk kesuksesan di masa depan sudah ada di ruang ganti Valdebebas.

"Kami memiliki skuad hebat yang bisa dimaksimalkan dengan baik," tegas sang pelatih. "Kami memiliki pemain-pemain yang diinginkan oleh klub mana pun di Eropa; yang tersisa hanyalah fokus pada masa depan. Kami tidak bisa banyak bicara karena kami memahami frustrasi dan kekecewaan, dan satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah bekerja keras serta menatap ke depan. Kami tahu Real Madrid selalu bangkit, dan saat ini saya memahami kemarahan para penggemar sama seperti yang kami rasakan."

Penyakit Huijsen paksa perubahan mendadak

Rencana taktis Arbeloa juga terganggu sesaat sebelum pertandingan dimulai ketika Dean Huijsen harus mundur dari daftar sebelas pemain utama. Bek muda tersebut awalnya diproyeksikan menjadi kunci dalam menahan serangan Barcelona, namun penyakit mendadak membuat Arbeloa terpaksa melakukan perubahan di menit-menit terakhir dengan memasukkan Raul Asencio ke dalam susunan pemain inti.

Menjelaskan keputusan mendadak tersebut, Arbeloa mengungkapkan bahwa sang pemain sebenarnya ingin tetap bermain meski kondisinya tidak fit. "Dia ingin bermain. Tapi dia merasa lemah, dan itu keputusan saya. Kami butuh energi, jadi saya memutuskan untuk memainkan Raul [Asencio] menggantikannya," tutup Arbeloa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.