Prabowo Bakal Lantik 4 Pejabat Baru Hari Ini, Said Iqbal Dikabarkan jadi Penasihat Presiden
Briandena Silvania Sestiani June 08, 2026 06:09 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Hari ini di Istana Kepresidenan dijadwalkan agenda pelantikan sejumlah pejabat negara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026). 

Perhatian publik tidak hanya tertuju pada pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga pada posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang kosong setelah Silmy Karim diberhentikan dari jabatannya.

Namun hingga menjelang pelantikan, pemerintah memastikan jabatan yang sebelumnya diisi Silmy Karim belum akan memiliki pengganti dalam waktu dekat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan melantik pimpinan baru BGN yang sebelumnya telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden.

 Selain itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal juga disebut akan mendapatkan posisi baru sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Posisi Pengganti Silmy Karim Belum Diisi

Di tengah ramainya pembahasan mengenai pelantikan pejabat negara, salah satu posisi yang menjadi sorotan adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Jabatan tersebut kosong setelah Presiden Prabowo mengambil keputusan memberhentikan Silmy Karim yang terseret dalam kasus dugaan korupsi.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa posisi tersebut belum akan diisi dalam waktu dekat.

Baca juga: Said Iqbal Bakal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo, Tiga Poin yang Jadi Sorotan Pengamat

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan masih berjalan normal meskipun kursi wakil menteri saat ini belum memiliki pengganti.

Karena itu, agenda pelantikan yang akan berlangsung di Istana Kepresidenan lebih difokuskan pada penguatan kepemimpinan Badan Gizi Nasional dan penambahan posisi penasihat presiden.

Pelantikan Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional

Salah satu agenda utama dalam pelantikan kali ini adalah pengukuhan pimpinan baru Badan Gizi Nasional atau BGN.

Lembaga ini memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pelantikan pimpinan baru BGN memang tidak dilakukan segera setelah proses pengangkatan.

Menurutnya, Presiden ingin agar para pimpinan baru terlebih dahulu fokus melakukan pembenahan internal.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa secara administrasi dan hukum, para pimpinan baru tersebut sebenarnya telah sah menjabat sejak Keputusan Presiden diterbitkan.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu," katanya.

Nanik S Deyang Dipilih Pimpin BGN

Nanik S Deyang dipercaya menduduki posisi Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.

Menurut Prasetyo Hadi, salah satu alasan utama penunjukan Nanik adalah karena ia telah memiliki pengalaman langsung sebagai Wakil Kepala BGN dalam beberapa bulan terakhir.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," katanya.

Selain memahami operasional lembaga, Nanik juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan BGN saat ini.

Prasetyo menyebut Nanik sebagai sosok yang telaten, disiplin, dan tegas dalam menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG.

Latar belakang Nanik juga cukup menarik. Sebelum bergabung di BGN, ia dikenal sebagai jurnalis senior yang memiliki hubungan panjang dengan Prabowo Subianto sejak berbagai momentum politik nasional sebelumnya.

Kemampuan komunikasi publik serta pengalamannya di lapangan menjadi salah satu modal penting dalam memimpin lembaga yang kini menjadi perhatian masyarakat luas.

Dua Wakil Kepala BGN dari Unsur Pengawasan dan Militer

Untuk memperkuat struktur kepemimpinan BGN, pemerintah menunjuk dua wakil kepala baru.

Nama pertama adalah Agustina Arumsari yang berasal dari unsur pengawasan keuangan negara.

Sebelum bergabung dengan BGN, Agustina menjabat sebagai Deputi Kepala Bidang Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pengalaman panjang di bidang audit dan investigasi membuatnya diproyeksikan sebagai figur yang akan memperkuat tata kelola dan pengawasan anggaran BGN.

Pemerintah berharap kehadiran Agustina dapat menjadi pengawal transparansi dalam pengelolaan anggaran yang nilainya sangat besar.

Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN lainnya akan diisi Mayjen TNI Trenggono.

Sebagai perwira tinggi TNI aktif, Trenggono memiliki pengalaman yang kuat dalam bidang logistik dan distribusi.

Keahlian tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan rantai pasok makanan bergizi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Dalam konteks logistik, rantai pasok atau supply chain adalah sistem yang mengatur proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi barang agar sampai kepada penerima tepat waktu dan sesuai kebutuhan.

Said Iqbal Disebut Akan Jadi Penasihat Presiden

Selain pelantikan pimpinan BGN, perhatian publik juga tertuju pada sosok Said Iqbal.

Presiden Partai Buruh tersebut disebut akan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Informasi itu diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.

“Bung (Said) Iqbal besok mudah-mudahan, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kita dukung penuh sebagai gerakan buruh,” ujar Andi Gani.

Ia meyakini Said Iqbal tetap akan memperjuangkan kepentingan pekerja meskipun nantinya berada di lingkungan pemerintahan.

“Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi pembelaan terhadap buruh dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah jadi pejabat pemerintahan,” katanya.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi juga mengakui bahwa pemerintah sedang membahas kemungkinan masuknya Said Iqbal ke dalam struktur pemerintahan.

“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo.

Menurutnya, posisi yang akan ditempati Said Iqbal masih berkaitan erat dengan bidang yang selama ini diperjuangkannya.

“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” katanya.

Rekam Jejak Said Iqbal

Nama Said Iqbal bukan sosok baru dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 itu memulai kariernya sebagai buruh pabrik elektronik di Kabupaten Bekasi pada 1992.

Dari dunia industri itulah perjalanan panjangnya sebagai aktivis buruh dimulai.

Ia pernah memimpin serikat pekerja di perusahaan tempatnya bekerja sebelum akhirnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Sejak saat itu, Said Iqbal aktif memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk upah minimum dan perlindungan hak-hak pekerja.

Karier organisasinya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sejak 2012.

Pengaruhnya bahkan diakui secara internasional setelah menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award pada 2013 dari serikat pekerja Belanda.

Di bidang politik, Said Iqbal pernah maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dan kemudian memimpin Partai Buruh sejak 2021.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.