Kylian Mbappe memicu kontroversi setelah menyatakan bahwa dirinya kini menjadi pilihan keempat dalam lini serang Real Madrid. Pelatih Alvaro Arbeloa segera membantah pernyataan tersebut, sementara penyerang asal Prancis itu juga mendapat cemoohan dari para pendukung di Stadion Santiago Bernabeu.
Mbappe ungkap kegelisahan soal perannya di Real Madrid
Mbappe berbicara terbuka mengenai posisinya usai kemenangan Real Madrid 2-0 atas Real Oviedo, di mana ia mengungkapkan rasa frustrasinya karena jarang menjadi starter belakangan ini. Pemain timnas Prancis itu memulai laga dari bangku cadangan dan kemudian berbicara kepada para wartawan di area campuran sambil mengenakan pakaian kasual, bukan perlengkapan klub.
Ia menyiratkan bahwa dirinya telah turun dalam urutan prioritas di lini depan, dengan menyebut bahwa dirinya kini berada di belakang Vinicius Junior, Franco Mastantuono, dan pemain muda Gonzalo Garcia dalam rencana pelatih. Situasi itu menjadi perhatian publik setelah Arbeloa dimintai tanggapan soal ucapan Mbappe dalam konferensi pers pascalaga, yang kemudian dijawab tegas oleh pelatih Madrid tersebut.
Mbappe tegaskan dirinya siap tampil meski tak dimainkan
Mbappe menegaskan bahwa kondisinya sudah fit sepenuhnya untuk bermain meski sempat mengalami cedera, dan menambahkan bahwa absennya ia dari daftar starter hanyalah keputusan taktis.
“Saya 100% baik-baik saja. Saya tidak bermain karena pelatih mengatakan saya adalah penyerang pilihan keempat di skuad, di belakang Mastantuono, Vini, dan Gonzalo,” ujar Mbappe kepada wartawan seperti dikutip dari Marca. “Saya siap untuk bermain; itu keputusannya, dan kita harus menghormatinya. Saya tidak marah.”
Arbeloa dengan cepat menepis tafsiran tersebut ketika ditanya mengenai komentar sang penyerang.
“Saya berharap memiliki empat penyerang,” jelas Arbeloa. “Saya tidak memiliki empat penyerang, dan saya jelas tidak pernah mengatakan hal semacam itu kepada Mbappe. Mungkin dia salah paham. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya tidak mungkin mengatakan kepadanya bahwa dia adalah penyerang keempat.
“Jelas bahwa jika saya tidak memainkannya, berarti dia tidak bermain. Saya adalah pelatih, dan saya yang menentukan siapa yang bermain dan siapa yang tidak. Saya sudah berbicara dengannya sebelum pertandingan. Saya tidak tahu bagaimana dia menafsirkan percakapan itu. Seorang pemain yang bahkan tidak ada di bangku cadangan empat hari lalu tidak seharusnya langsung menjadi starter hari ini. Ini bukan final, bukan pertandingan hidup-mati.”
Suara cemooh di Bernabeu menambah ketegangan
Mbappe juga menghadapi reaksi negatif dari sebagian suporter di Stadion Santiago Bernabeu. Pendukung Madrid menyiuli dan mencemoohnya saat ia melakukan pemanasan, serta kembali melakukannya ketika ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-69. Reaksi tersebut muncul setelah paruh kedua musim yang sulit bagi sang penyerang dan kontroversi terkait perjalanannya ke Italia saat ia masih dalam masa pemulihan cedera lutut.
Mbappe mencoba meredam situasi itu dengan mengatakan: “Kita harus menerimanya. Saya pikir orang-orang hanya mengekspresikan pendapat mereka. Saya tidak menganggapnya secara pribadi. Tidak ada yang akan mati malam ini. Wajar saja ketika kami tidak menang, para penggemar memilih pemain untuk dicemooh. Itu pernah terjadi di Real Madrid, pernah juga di klub lain di dunia. Saya tidak tahu apa yang istimewa dari hal ini. Ketika kami tidak menang, ya begitulah sepak bola.”
Fokus kini beralih pada keharmonisan ruang ganti Madrid
Pernyataan Mbappe dan tanggapan Arbeloa menyoroti adanya ketegangan di ruang ganti Real Madrid. Sang pelatih menegaskan bahwa setiap keputusan pemilihan pemain didasarkan pada performa dan kebutuhan tim. Sementara itu, Mbappe menegaskan bahwa dirinya tetap bahagia di Madrid dan berkomitmen untuk klub. Namun, dengan para suporter yang mulai menunjukkan rasa frustrasi, performa dan peran Mbappe di tim kemungkinan akan terus menjadi sorotan dalam beberapa pekan mendatang.