Petisi 'Kylian Mbappe Keluar' Capai Hampir TUJUH PULUH JUTA Tanda Tangan di Tengah Krisis Real Madrid
Agus Firmansyah June 08, 2026 06:56 AM

Kepindahan impian Kylian Mbappe ke Real Madrid kini berubah menjadi mimpi buruk, karena penyerang asal Prancis itu kesulitan beradaptasi di ibu kota Spanyol. Meskipun didatangkan sebagai kepingan terakhir dalam proyek Galactico, kehadirannya justru bertepatan dengan penurunan performa tim asuhan Alvaro Arbeloa, yang memicu gelombang kritik luar biasa dari komunitas sepak bola dunia.


Kemarahan memuncak di Bernabeu


Masa bulan madu Mbappe di Real Madrid resmi berakhir, digantikan dengan rasa frustrasi dan urgensi yang tidak banyak diprediksi ketika ia diperkenalkan di depan puluhan ribu pendukung di Stadion Santiago Bernabeu musim panas lalu.


Ketika Los Blancos kesulitan bersaing di La Liga dan tampak rapuh di Liga Champions, sorotan tajam kini diarahkan kepada mantan bintang Paris Saint-Germain tersebut.


Ketidakseimbangan taktik menjadi masalah bagi Arbeloa sejak kedatangan Mbappe, dengan pelatih asal Spanyol itu tampak kesulitan memadukan sang pemain dengan Vinicius Junior dalam lini depan yang kohesif.


Perubahan ini tidak hanya berdampak pada stabilitas pertahanan tim, tetapi juga menimbulkan kesan kurangnya chemistry di lini serang, yang membuat para penggemar menuntut perubahan struktural segera demi menyelamatkan musim mereka.


Protes digital dalam skala bersejarah


Kekecewaan mendalam tersebut kini menjelma menjadi bentuk protes digital yang luar biasa besar, dengan petisi online yang menyerukan agar Mbappe hengkang dilaporkan telah mencapai hampir 70 juta tanda tangan.


Meski keaslian setiap tanda tangan di platform semacam itu sulit diverifikasi, besarnya gerakan ini menunjukkan krisis hubungan masyarakat yang besar bagi sang pemain, serta perpecahan yang semakin dalam di antara basis pendukung Madridista.


Gerakan "Mbappe Keluar" semakin meluas di media sosial, dipicu oleh video viral yang menyoroti minimnya kontribusi defensif sang penyerang serta sejumlah peluang emas yang ia sia-siakan di laga-laga penting.


Apa yang menanti bagi sang penyerang Prancis?


Terlepas dari kegaduhan dan puluhan juta tanda tangan digital tersebut, manajemen Real Madrid secara resmi masih berkomitmen untuk menjadikan era Mbappe sebagai kesuksesan. Florentino Perez telah bertahun-tahun mengejar pemain berusia 25 tahun itu, dan kepergian dalam waktu sesingkat ini tampak sangat kecil kemungkinannya baik dari sisi finansial maupun politik. Namun, Mbappe kini berada di bawah tekanan luar biasa untuk membuktikan diri dan membungkam para pengkritiknya di lapangan.


Dengan serangkaian laga penting di depan mata, Mbappe harus menyesuaikan gaya permainannya dengan kerasnya sepak bola Spanyol, serta menunjukkan sisi pengorbanan yang kini sangat diinginkan pendukungnya.


El Clasico menanti Los Blancos


Meski drama di luar lapangan terus berlangsung dan jutaan fans menyerukan kepergiannya, Mbappe diperkirakan akan tetap menjadi ujung tombak dalam laga El Clasico mendatang. Real Madrid sangat berambisi menunda pesta juara tim Katalunya, dan kehadiran bintang utama mereka menjadi dorongan besar—meski diwarnai kontroversi. Hasil tes medis menunjukkan bahwa ia dinyatakan fit untuk menghadapi Barcelona meski sempat diragukan karena kondisi kebugarannya.


Laga ini menjadi titik krusial bagi klub. Kemenangan dapat memberikan jeda sementara dari tekanan gerakan "Kylian Mbappe Keluar" yang kini tengah memanas di ibu kota Spanyol.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.