Laporan Wartawan TribunJatim.com, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, MADURA - Madura United mulai melakukan perombakan skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Langkah pertama yang diambil manajemen adalah melepas dua penjaga gawang, Miswar Saputra dan Satrio Azhar.
Kabar ini disampaikan langsung Annisa Zhafarina, Dirut PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), perusahaan yang menaungi Madura United (MU).
"Setelah melakukan evaluasi mendalam bersama tim pelatih, manajemen mulai memilah dan menyusun komposisi skuad untuk musim depan," kata Annisa Zhafarina pada Minggu (7/6/2026).
"Langkah awal perubahan kami mulai dari sektor penjaga gawang. Berdasarkan hasil evaluasi, klub memutuskan menyudahi kerja sama dengan Miswar Saputra dan Satrio Azhar," tambahnya.
Miswar Saputra, bukan sosok baru di Madura United.
Penjaga gawang berusia 30 tahun itu membela Madura United dalam dua periode berbeda.
Baca juga: Kiper Utama Madura United Diky Indriyana Blak-blakan Soal Masa Depannya di Madura United
Menjadi bagian Madura United musim 2022/2023. Setelahnya sempat hengkang ke Persik dan Semen Padang.
Musim 2024/2025 hingga musim 2025/2026 kembali membela Madura United.
Posisi Miswar Saputra mulai tergeser sejak Madura United mendatangkan Diky Indriyana.
Musim 2025/2026 Miswar hanya tercatat tampil 16 kali, 3 diantaranya catatkan clean sheet.
Baca juga: Mode Senyap di Bursa Transfer, Madura United Siapkan Tim Lebih Kuat untuk Musim 2026/2027
Sementara Satrio Azhar kiper yang didatangkan Madura United musim 2025/2026.
Namun karena ketatnya persaingan, membuat kiper berusia 25 tahun itu tidak sekalipun tampil.
"Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kebersamaan Miswar dan Satrio selama mengawal gawang tim ini," kata Annisa Zhafarina.
"Untuk evaluasi di sektor lainnya, akan kami umumkan secara bertahap dalam waktu dekat," pungkasnya.
Manajemen Madura United jelas akan melakukan perombakan besar agar bisa terlepas dari bayang-bayang hasil buruk dua musim terakhir yang selalu berjuang terhindar dari degradasi.
Musim 2025/2026 menjadi periode tersulit. Baru bisa memastikan diri terhindari dari degradasi hingga pertandingan pekan terakhir (amn).