Pasca Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Lima Provinsi
Rizali Posumah June 08, 2026 09:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca gempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya pada Senin (8/6/2026) pagi pukul 06:37:42 WIB atau 07:37:42 WIB

Dipicu oleh kekhawatiran terjadinya gelombang laut tinggi akibat aktivitas tektonik tersebut, BMKG meminta warga di lima provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berikut adalah lima wilayah provinsi di Indonesia yang masuk dalam daftar peringatan dini tsunami:

Sulawesi Utara (Sulut)

Gorontalo

Sulawesi Tengah (Sulteng)

Maluku Utara (Malut)

Kalimantan Timur (Kaltim)

Gempa yang awalnya tercatat bermagnitudo 7,9 ini kemudian dimutakhirkan oleh BMKG menjadi Magnitudo 7,7.

Berikut adalah detail parameter gempa yang memicu peringatan tsunami tersebut:

Waktu Kejadian: Senin, 8 Juni 2026, pukul 06:37:42 WIB

Magnitudo: 7,9 (Pemutakhiran: 7,7)

Episenter (Lokasi): 5.69 Lintang Utara (LU) dan 125.05 Bujur Timur (BT)

Pusat Gempa: 236 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

Kedalaman: 105 Kilometer

Guncangan Kuat Dirasakan Warga, Aktivitas Tetap Berjalan

Meskipun peringatan tsunami membentang di lima provinsi, situasi di beberapa wilayah terdampak guncangan terpantau masih terkendali.

Di Tahuna, Kepulauan Sangihe yang paling dekat dengan pusat gempa, warga sempat berhamburan keluar bangunan demi menghindari gempa susulan.

"Getarannya cukup kuat, kami langsung keluar rumah bersama keluarga karena takut terjadi sesuatu," ungkap salah seorang warga Tahuna.

Sementara itu di Kota Manado, getaran gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih tiga menit. Guncangan ini sempat memicu kepanikan warga, termasuk di wilayah Minahasa Utara (Minut).

"Aduh kita sementara mandi kong ba goyang skali di kamar mandi (Aduh, saya lagi mandi tiba-tiba berguncang sekali di kamar mandi)," ujar seorang warga di perumahan Viola Land, Matungkas, Minut, yang kedapatan langsung berlari keluar rumah hanya dengan menggunakan handuk.

Meski sempat diguncang hebat, aktivitas warga di Kota Manado dilaporkan tetap berjalan normal.

Berdasarkan pantauan di Jalan AA Maramis, Kairagi II, arus lalu lintas dan kegiatan masyarakat termasuk antrean pengisian BBM untuk mobil bertonase besar tetap berjalan seperti biasa.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir lima provinsi tersebut untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.