Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Langit Toboli siang itu tampak mendung. Awan kelabu menggantung di atas pegunungan mengelilingi Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (7/6/2026).
Namun cuaca muram tak mampu meredam semarak Festival Kuliner Lalampa Toboli ke-9 ini.
Di tengah ribuan warga yang memadati ruas Jl. Trans Sulawesi, perhatian pengunjung mendadak tertuju pada sebuah mobil berwarna hitam bergerak perlahan di tengah kerumunan.
Baca juga: Harga Emas Terbaru Hari Senin 8 Juni 2026: Emas Antam Naik Tipis di Awal Pekan, Ini Daftar Harganya
Dari atap kendaraan itu, Rini Passau, owner Rumah Makan (RM) Rini Toboli, berdiri melalui sunroof bersama seorang rekannya.
Mengenakan pakaian berwarna jingga dan kacamata hitam, ia melambaikan tangan ke arah warga yang sudah sejak lama menanti di sepanjang jalan.
Tak lama kemudian, suasana berubah riuh.
Rini mulai membagikan lalampa kepada warga yang mengelilingi mobilnya.
Sesekali, uang tunai juga dibagikan kepada masyarakat yang berhasil menjangkau tangannya.
Puluhan tangan langsung terangkat.
Anak-anak, remaja hingga orang tua berebut mendekat. Sebagian melompat kecil berharap mendapatkan lalampa, sementara yang lain mengabadikan momen itu menggunakan telepon genggam.
Tawa dan sorak-sorai pecah di sepanjang jalan.
Bagi sebagian warga, mendapatkan lalampa gratis mungkin hal biasa dalam festival tersebut.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Polres Morowali Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Junjung Sportivitas
Namun cara pembagiannya yang dilakukan dari atas mobil membuat suasana menjadi berbeda.
Rini seolah menjadi magnet yang menarik perhatian ribuan pengunjung.
Ke mana kendaraan itu bergerak, kerumunan ikut bergeser.
Warga berbondong-bondong mengikuti sambil terus mengulurkan tangan.
Mereka tidak hanya mengincar lalampa atau uang tunai, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kemeriahan yang tercipta.
Di sekitar kendaraan, petugas kepolisian dan panitia tampak berjaga untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Meski jalan dipenuhi manusia, suasana tetap berlangsung penuh kegembiraan.
Latar belakang pegunungan Toboli yang diselimuti awan gelap justru menambah kesan dramatis pada peristiwa tersebut.
Di sisi kiri dan kanan jalan, deretan warung makan, toko dan lapak UMKM menjadi saksi bagaimana kuliner tradisional mampu menyatukan masyarakat dalam satu perayaan.
Festival Kuliner Lalampa Toboli tahun ini bukan hanya sekedar meresakan bagaimana kelezatan makanan berbahan beras ketan itu.
Ia bahkan menjadi ruang perjumpaan warga, pelaku usaha, perantau yang pulang kampung, hingga wisatawan yang datang untuk mengenal lebih dekat warisan kuliner khas Parigi Moutong.
Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Hari Senin 8 Juni 2026: Dapatkan Semua Hadiah Gratis
Dan di antara berbagai atraksi yang tersaji, aksi Rini dari atas mobil hitam menjadi salah satu momen yang paling banyak menyita perhatian.
Sebab di balik lalampa yang dibagikan dan uang tunai yang ditebar, terselip pesan sederhana tentang berbagi kebahagiaan kepada sesama.(*)