Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan tsunami akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, telah terdeteksi di sejumlah titik pemantauan di Indonesia.
Dalam pemutakhiran peringatan dini tsunami yang dirilis BMKG, gelombang tsunami teramati di beberapa wilayah pesisir Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara dengan tinggi yang bervariasi.
Gelombang tertinggi tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, dengan ketinggian mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.
Sementara itu, di Paleleh, Sulawesi Tengah, tsunami terdeteksi setinggi 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB.
BMKG juga mencatat tinggi gelombang tsunami sebesar 0,32 meter di Melonguane, Kepulauan Talaud, dan Tanjung Siduapa.
Di Tahuna, gelombang tsunami terukur setinggi 0,30 meter, sedangkan di Kota Bitung mencapai 0,29 meter.
Adapun di wilayah lain, tsunami terdeteksi setinggi 0,18 meter di Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, 0,14 meter di Ternate, Maluku Utara, dan 0,09 meter di Loloda, Halmahera Barat.
Gempa yang memicu tsunami tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB. Berdasarkan pembaruan BMKG, pusat gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.
Secara geologis, kawasan utara Sulawesi merupakan wilayah yang sangat aktif karena berada di zona pertemuan Lempeng Filipina, Pasifik, dan Eurasia.
Interaksi ketiga lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang berpotensi menghasilkan gempa bumi besar dan tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas kebencanaan.
Warga juga diminta tidak beraktivitas di kawasan pantai hingga ada pengumuman resmi bahwa kondisi telah aman.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Pantau terus informasi resmi BMKG dan instansi terkait untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait gempa dan tsunami ini.
Daftar Wilayah yang Sudah Terdeteksi Gelombang Tsunami Berdasarkan Pemutakhiran BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gelombang tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 di utara Sulawesi telah terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Berikut daftar wilayah yang telah teramati mengalami kenaikan muka air laut atau gelombang tsunami:
Talengan, Sulawesi Utara
08.20 WIB
0,75 meter
Paleleh, Sulawesi Tengah
07.34 WIB
0,45 meter
Melonguane, Kepulauan Talaud
07.27 WIB
0,32 meter
Tanjung Siduapa
07.39 WIB
0,32 meter
Tahuna, Kepulauan Sangihe
06.58 WIB
0,30 meter
Bitung, Sulawesi Utara
07.51 WIB
0,29 meter
Ulu Siau, Kepulauan Sitaro
07.27 WIB
0,18 meter
Ternate, Maluku Utara
07.51 WIB
0,14 meter
Loloda, Halmahera Barat
07.20 WIB
0,09 meter
Dari data tersebut, Talengan, Sulawesi Utara, menjadi wilayah dengan gelombang tsunami tertinggi yang terdeteksi BMKG, yakni mencapai 0,75 meter.
Sementara itu, Paleleh, Sulawesi Tengah, mencatat gelombang setinggi 0,45 meter.
BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap perubahan muka air laut di berbagai titik pengamatan.
Masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap menjauhi pantai dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta BMKG hingga peringatan tsunami dicabut secara resmi.
(*)