TRIBUNSTYLE.COM - Perselisihan antara Sarwendah dan Ruben Onsu pasca perceraian masih terus menjadi perhatian publik.
Salah satu persoalan yang kini menjadi sorotan adalah keluhan Ruben terkait kesulitannya bertemu dengan anak-anaknya yang saat ini berada dalam pengasuhan Sarwendah.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa fokus utama kliennya saat ini bukanlah persoalan permintaan maaf, melainkan kesempatan untuk bisa kembali bertemu dengan anak-anaknya.
"Permintaan maaf dari siapa ini yang paling penting buat Ruben dia sekarang rindu sama anaknya. Jadi jangan kita diribetkan dengan permintaan-permintaan maaf yang seperti itu," kata Minola di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Menurut Minola, permintaan maaf yang disampaikan tidak akan memberikan arti apa pun apabila Ruben tetap tidak memperoleh kesempatan untuk bertemu buah hatinya.
Baginya, yang lebih penting adalah hak Ruben sebagai seorang ayah tetap dapat dijalankan.
Baca juga: Putrinya Tak Aman Bersama Sarwendah, Ruben Onsu Bakal Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Ucapan Kasar
"Permintaan maaf pun kalau kemudian ternyata tidak berujung kepada membuat Ruben bisa bertemu dengan anaknya buat apa," ujar Minola.
Selain itu, Ruben juga berharap kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya terkait pola pengasuhan anak dapat kembali diterapkan.
Dalam kesepakatan tersebut, anak-anak dijadwalkan menghabiskan waktu selama tiga hari bersama pihak ayah.
"Iya, ketemukan aja dulu anak-anak sama Ruben. Berikan haknya sebagaimana yang sudah diatur di akta 39 yang S juga ikut tanda tangan, dua tiga hari berkumpul," lanjut Minola.
Bagi Ruben, bertemu dengan anak-anaknya jauh lebih penting daripada menerima permintaan maaf Sarwendah.
Jika akses untuk bertemu masih dipersulit, permintaan maaf dianggap tidak akan menyelesaikan masalah.
"Jadi jangan minta maaf tapi tetap nggak diberikan anak-anaknya untuk bertemu dengan berbagai macam cara ya percuma, kan gitu kan percuma," tandasnya.
Diketahui, setelah bercerai pada tahun 2024, Ruben dan Sarwendah kerap bersitegang.
Mulai dari masalah Sarwendah yang didatangi debt collector terkait tunggakan cicilan mobil Ruben, hingga Ruben yang mengaku sulit bertemu anak.
Terbaru, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf ke publik usai video yang memperlihatkan dirinya melontarkan umpatan yang diduga ditujukan ke Ruben Onsu viral di media sosial.
Lama tidak dapat bertemu anak-anaknya, Ruben Onsu mengaku merasakan dampak emosional yang cukup besar. Bahkan, ia kini merasa kurang percaya diri saat harus bertemu dengan putri-putrinya.
"Karena dia sudah merasa diberikan jarak dengan anaknya, sehingga dia juga mengatakan ada kurang rasa percaya diri kan untuk ketemu sama anaknya," kata kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengatakan Ruben merasa perannya sebagai ayah mulai tersisih. Ia bahkan merasa diperlakukan seperti orang asing dalam kehidupan anak-anaknya sendiri.
"Dia merasakan bahwa dia sebagai ayah diperlakukan seperti orang asing, justru orang asing diperlakukan seperti ayah. Inilah yang sebenarnya menurut Ruben itu sesuatu yang tidak tepat," jelas Minola.
Perasaan itu semakin kuat ketika Ruben harus menunggu dan mengantre untuk bertemu anak-anaknya dalam beberapa kegiatan. Padahal, sebagai ayah kandung, ia merasa seharusnya bisa mendapat akses yang lebih mudah.
"Ya, artinya Ruben harus ngantri gitu lho misalnya pada saat anaknya ada acara-acara tertentu di sekolah balet, dia harus ngantri, dia harus menunggu. Dia kandungnya lho," ungkap Minola.
Selain itu, Ruben juga merasa khawatir karena tidak mengetahui pola asuh dan didikan yang kini diterima anak-anaknya. Hal ini membuatnya merasa semakin jauh dari kehidupan anak-anak.
"Karena dia nggak tahu anaknya dikasih masukan apa, dikasih apa namanya itu didikan seperti apa," tandas Minola.
Diketahui, setelah bercerai pada tahun 2024, Ruben dan Sarwendah kerap bersitegang. Mulai dari masalah Sarwendah yang didatangi debt collector terkait tunggakan cicilan mobil Ruben hingga Ruben yang mengaku sulit bertemu anak.
Terbaru, Sarwendah menyampaikan permohonan maaf ke publik usai video yang memperlihatkan dirinya melontarkan umpatan yang diduga ditujukan ke Ruben Onsu viral di media sosial.
Sarwendah membuat video berisi klarifikasi dan permintaan maaf usai menuai kritik luas dari publik.
Permintaan maaf Sarwendah itu diunggah setelah viralnya cuplikan video yang merekam momen saat dirinya meluapkan kekesalan sambil melontarkan kata umpatan. Situasi itu jadi sorotan di tengah konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu.
Lewat video yang diunggah di instagram, @sarwendah29, Ibu tiga anak itu mengutarakan permintaan maaf kepada publik dan anak-anaknya atas ucapannya yang membuat gaduh.
Namun belakangan, permintaan maaf Sarwendah itu kini jadi sorotan seorang ahli ekspresi, Kirdi Putra.
Secara blak-blakan, Kirdi menilai permintaan maaf tersebut bukanlah bentuk penyesalan yang tulus, melainkan lebih menyerupai upaya menjaga citra di mata publik, khususnya para penggemarnya.
Kirdi mengawali analisanya dengan mempertanyakan apakah permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah benar-benar lahir dari ketulusan.
"Nah, jadi pertanyaannya, kalau kita mau bicara apakah kemudian dia beneran minta maaf atau tidak, saya akan bilang tidak," ujar Kirdi, dikutip dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (6/6/2026).
"Ini adalah sebuah pertunjukan. Ini adalah sebuah drama teatrikal. Di mana, kalau teman-teman juga lihat, bahwa kalau dia bicara soal penggemar itu sampai lebih dari satu kali loh, beberapa kali loh, 'pada penggemar saya, pada penggemar saya'," lanjutnya.
Ia kemudian menyoroti bahwa penyebutan mengenai penggemar muncul lebih dominan dibanding kelompok lain yang juga disebutkan dalam video tersebut.
"Sementara bahkan keluarganya, masyarakat, segala macam itu cuma satu kali, misalnya ya.
Kata-kata 'penggemar' paling banyak dia tampilkan. Bahwa sebetulnya yang paling penting di sini adalah penggemarnya ini."
Berdasarkan pengamatannya, hal itu menunjukkan adanya fokus yang lebih besar terhadap cara dirinya dipandang oleh para pendukungnya.
"Ini dia sedang, secara verbal, ingin menunjukkan tanpa dia sadari bahwa sebetulnya citra dia di mata penggemarnya itu lebih penting daripada permintaan maaf itu sendiri," jelasnya.
Selain menyoroti isi pernyataan, Kirdi juga menganalisis bahasa tubuh Sarwendah selama menyampaikan permintaan maaf tersebut.
"Terus kita lihat bahasa tubuh yang ditampilkan sama dia. Ketika di awal, Sarwendah posisi tangannya seperti ini nih, megang gini ya.
Kita perhatikan ketika momen saat-saat tertentu yang terjadi adalah ketika bicara tentang anak, enggak mau anak-anaknya terpapar segala macam lah, gitu kan. Itu makin kencang dia megangnya, makin kencang ketika bicara soal anaknya.
Kemudian mulai loose, mulai lepas, menandakan dia lebih santai ketika menjelang akhir. Itu wajar dong ya, menjelang akhir santai," terang Kirdi.
Namun menurut Kirdi, ekspresi nonverbal yang ditampilkan Sarwendah tidak menunjukkan perubahan emosi yang biasanya muncul ketika seseorang benar-benar sedang meminta maaf.
"Tetapi tolong sadari bahwa ketika dia menyampaikan permintaan maaf, yang kalau orang minta maaf dia sedang menekan egonya, itu juga tidak banyak perubahan.
Ketika orang menekan egonya, bisa dia marah, bisa dia sedih, bisa takut. Dan biasanya muncul dalam bentuk ekspresi, apakah itu gestur, apakah itu ekspresi wajah. Dan itu tidak terlalu terlihat.
Dan bagian terakhir, kalau lihat, dia ingin menampilkan sedih, tetapi tarikan garis bibirnya itu sebetulnya lebih cenderung agak hampir senyum."
Karena itu, Kirdi menilai terdapat ketidaksesuaian antara pesan yang disampaikan secara verbal dengan ekspresi nonverbal yang terlihat selama video berlangsung.
"Jadi buat saya, apa yang dia sampaikan, kata-kata verbal yang disampaikan itu tidak sinkron dengan nonverbal yang dia tampilkan. Nonverbalnya tadi gerakan tangan, tarikan bibir, dan sebagainya."
Pada akhirnya, Kirdi tetap berpegang pada kesimpulannya bahwa permintaan maaf tersebut lebih berfungsi untuk menjaga citra daripada menunjukkan penyesalan yang tulus.
"Jadi kalau ditanya sekali lagi, apakah ini adalah sebuah, katakanlah, permintaan maaf yang tulus? Jawabannya adalah bukan.
Ini adalah sebuah pertunjukan untuk menjaga citra dia di hadapan banyak orang," tegasnya.
Ia pun menilai, sasaran utama dari pesan yang disampaikan Sarwendah lebih banyak ditujukan kepada para penggemarnya.
"Apakah penggemarnya yang jadi target lebih banyak? Ya, sesuai dengan pola yang ditampilkan oleh dia.
Jadi buat saya, sekali lagi maaf, tetapi permintaan maaf yang lebih baik sebetulnya bisa dia lakukan, tapi kebetulan tidak," pungkas Kirdi.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)