BPS Kabupaten Sorong Terjunkan 241 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026
Petrus Bolly Lamak June 08, 2026 10:38 AM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sorong menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Gelombang II, Senin (8/6/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian penting dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026.

Baca juga: BPS Kabupaten Sorong Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Minta Dukungan Masyarakat

Kepala BPS Kabupaten Sorong Masadi Yanry Koupun, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali para petugas dengan pemahaman mengenai konsep, definisi, serta metode pendataan yang akan diterapkan di lapangan.

"Pelatihan petugas sensus ekonomi ini merupakan rangkaian penting dalam pelaksanaan sensus. Petugas lapangan harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai sebelum turun melakukan pendataan," ujar Masadi.

Ia menjelaskan, total petugas yang akan diterjunkan mencapai 241 orang petugas pencacah lapangan ditambah petugas pengawas. 

Baca juga: BPS Kabupaten Sorong Sosialisasi Indikator Makro, Bisa Jadi Acuan Pemkab Susun Program Strategis

Mereka akan bertugas selama kurang lebih 2,5 bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang. 

Gelombang pertama telah berlangsung pada 3–6 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua digelar mulai hari ini 8 Juni 2026. 

Sebanyak delapan fasilitator daerah dilibatkan untuk melatih para petugas yang terbagi dalam sejumlah kelas.

Menurut Masadi, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya. 

Baca juga: Kepala BPS Kabupaten Sorong Sebut Lewat Kelurahan Cinta Statistik Mewujudkan Sistem Satu Data

Pendataan tidak hanya menyasar usaha formal atau toko-toko yang terlihat secara fisik, tetapi juga berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat dari rumah tangga, termasuk usaha berbasis digital dan online.

"Sensus ekonomi kali ini bisa disebut sebagai sensus ekonomi paling lengkap. Kita tidak hanya mendata usaha yang terlihat secara fisik, tetapi juga usaha rumah tangga, usaha online, dan berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini belum tercatat secara menyeluruh," katanya.

Melalui pendataan tersebut, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur dan potensi ekonomi di daerah, termasuk sektor-sektor usaha yang paling dominan dan berkembang.

Selain Sensus Ekonomi, BPS juga akan melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang nantinya menjadi basis data berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial dan program kesejahteraan masyarakat.

"Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, baik untuk pembangunan ekonomi maupun program perlindungan sosial," katanya.

Baca juga: BPS Kabupaten Sorong Canangkan Kelurahan Aimas Sebagai Kelurahan Cinta Statistik, Ini Tujuannya

Untuk wilayah kerja BPS Kabupaten Sorong, pendataan mencakup seluruh distrik di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw. 

Para petugas akan melakukan pendataan secara menyeluruh hingga ke tingkat rumah tangga.

"Sifatnya sensus, artinya tidak boleh ada yang terlewat. Petugas akan mendatangi rumah-rumah dan pelaku usaha secara langsung untuk melakukan pendataan," ucap Masadi.

Karena itu, BPS mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas yang datang serta memberikan informasi yang benar dan akurat.

"Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan jawaban yang sebenarnya. Data yang diberikan masyarakat akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan ke depan," katanya.

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dan akan menjangkau seluruh rumah tangga serta pelaku usaha di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.