BANGKAPOS.COM, BANGKA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk petani mandiri di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren stabil dengan kecenderungan meningkat di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Dari lima PKS yang terdata, dua di antaranya mencatat kenaikan harga pembelian dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini memberikan angin segar bagi petani sawit mandiri di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan harga TBS kelapa sawit cenderung stabil di tingkat petani. Namun, terdapat dua PKS yang menaikan harga beli TBS walaupun tidak terlalu signifikan. Harga beli di tingkat petani mandiri tercatat berkisar antara Rp2.550 hingga Rp2.650 per kilogram.
“Rentang harga tersebut menunjukkan bahwa pasar TBS di Bangka Selatan masih berada dalam kondisi yang relatif baik,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (8/6/2026).
Risvandika membeberkan kenaikan harga tertinggi tercatat di PT Tama Buana Jaya (TBJ) Desa Jeriji yang menaikkan harga Tenera sebesar Rp230 per kilogram.
Harga pembelian di perusahaan tersebut melonjak dari Rp2.670 menjadi Rp2.900 per kilogram atau naik sekitar 8,61 persen dibandingkan hari sebelumnya. Peningkatan ini menjadi yang paling signifikan di antara seluruh PKS yang beroperasi di Bangka Selatan.
Selain TBJ, PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba juga melakukan penyesuaian harga. Perusahaan tersebut menaikkan harga Tenera sebesar Rp100 menjadi Rp2.930 per kilogram, sementara harga varietas Dura tercatat Rp2.388 per kilogram. Kenaikan itu setara dengan peningkatan sekitar 3,53 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya.
“Kenaikan juga terjadi di PT Bumi Sawit Sukses Pratama Simpang Rimba dengan tambahan Rp100 untuk varietas Tenera,” papar Risvandika.
Di sisi lain, tiga PKS lainnya memilih mempertahankan harga pembelian TBS pada level yang sama seperti hari sebelumnya. PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas menetapkan harga Tenera Rp2.870 per kilogram, sedangkan PT Banka Agro Plantari (BAP) Desa Bedengung dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Payung tetap bertahan di angka Rp2.900 per kilogram. Dengan tidak adanya perubahan, ketiga perusahaan tersebut tercatat memiliki persentase kenaikan sebesar nol persen.
“Tiga pabrik lainnya, yakni PT MSM, PT BAP, dan PT BPK masih mempertahankan harga yang sama seperti hari sebelumnya,” ucapnya.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)