TRIBUNTRENDS.COM - Sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pemimpin gerakan buruh paling vokal di Indonesia kini bersiap memasuki babak baru.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengaku akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026).
Said menyebut dirinya akan menempati posisi sebagai Penasihat Presiden bidang ketenagakerjaan. Penunjukan tersebut dinilai menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya salah satu tokoh utama gerakan buruh nasional masuk ke lingkaran strategis pemerintahan dengan mandat yang berkaitan langsung dengan isu ketenagakerjaan.
"Prinsipnya penguatan perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh," ujar Said kepada Kompas.com, Minggu (7/6/2026).
Meski mengonfirmasi rencana pelantikannya, Said belum bersedia menjelaskan secara rinci mengenai tugas maupun kewenangan yang akan diembannya.
Ia hanya mengungkapkan bahwa informasi mengenai penunjukan dirinya telah disampaikan pemerintah sejak pekan lalu.
"Dari minggu lalu sudah diberi tahu," kata Said.
Baca juga: 4 Pejabat Baru akan Dilantik Prabowo Hari Ini, Rumor Said Iqbal jadi Penasihat Presiden, Siapa Saja?
Masuknya Said Iqbal ke dalam struktur pemerintahan sebenarnya telah terendus sejak beberapa hari sebelumnya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sempat memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menyiapkan posisi khusus bagi tokoh buruh tersebut.
Saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (4/6/2026), Prasetyo mengakui pembahasan mengenai peran Said Iqbal masih berlangsung di internal pemerintah.
"Sedang kita diskusikan," ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan bahwa jabatan yang disiapkan berkaitan erat dengan bidang ketenagakerjaan dan perjuangan buruh yang selama ini menjadi fokus utama Said Iqbal.
"Ya kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini ya, dengan buruh, tenaga kerja," ucapnya.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa pemerintah ingin melibatkan representasi kelompok pekerja secara lebih langsung dalam proses perumusan kebijakan nasional.
Penunjukan Said Iqbal juga dipandang sebagai langkah politik yang menarik. Selama ini, ia dikenal sebagai figur yang kerap berada di garis depan berbagai aksi demonstrasi buruh, mulai dari isu upah minimum, jaminan sosial, hingga penolakan sejumlah regulasi ketenagakerjaan yang dianggap merugikan pekerja.
Kini, posisi sebagai penasihat presiden membuka ruang baru bagi Said untuk memperjuangkan aspirasi buruh dari dalam pemerintahan.
Jika sebelumnya suara buruh disampaikan melalui aksi massa dan tekanan publik, maka ke depan aspirasi tersebut berpotensi masuk langsung ke meja Presiden melalui jalur resmi pemerintahan.
Baca juga: Said Iqbal Dikabarkan Jadi Penasihat Presiden Prabowo, Dulu Memimpin Demo, Kini Masuk Istana!
Lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968, Said Iqbal memulai perjalanan organisasinya sejak awal 1990-an. Setelah menamatkan pendidikan di SMAN 51 Jakarta, ia melanjutkan studi Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia dan meraih gelar sarjana dari Universitas Jayabaya.
Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister ekonomi di Universitas Indonesia.
Karier aktivismenya dimulai pada 1992 ketika memimpin organisasi buruh di sebuah perusahaan elektronik di Bekasi. Sejak saat itu, namanya terus menanjak hingga menduduki berbagai posisi penting dalam organisasi pekerja tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain:
Masuknya Said Iqbal ke lingkungan Istana menandai perubahan besar dalam perjalanan politik dan aktivismenya. Jika selama ini ia dikenal sebagai pengkritik kebijakan pemerintah dari luar sistem, kini ia akan menghadapi tantangan berbeda: mengawal kepentingan buruh dari dalam pemerintahan.
Posisi tersebut sekaligus menjadi ujian apakah aspirasi pekerja dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan buruh Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
***
(TribunTrends/Kompas)