Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara Senin 8 Juni 2026, Warga Pesisir Manado Sempat Panik
Irfani Rahman June 08, 2026 12:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut informasi Gempabumi Terkini di wilayah Indonesia Senin 8 Juni 2026. BMKG merilis Gempa Hari Ini terjadi di Sulawesi Utara tepatnya di wilayah  kawasan barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud

Untuk kekuaatan gempa Sulut kali ini yakni magnitudo 7.7.

Akibat gempa bumi kali ini warga pesisir Manado sempat dilanda kepanikan.

Untik waktu gempa Sulawesi Utara kali ini yakni pukul 08.55 Wita

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, mengatakan salah satu gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,0 dan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah.

 “Sudah 9 kali gempa susulan tercatat dan 1 dirasakan,” kata Tony, Senin.

Baca juga: BREAKING NEWS- Ustazah Hasanah Dipukul Saat Berkendara, Rekonstruksi Pembunuhan di Banjarbaru

Baca juga: Harga Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun di SPBU Kalsel, Cek Harga Pertalite  

Gempa susulan magnitudo 6,0 tersebut berlokasi pada koordinat 5,41 Lintang Utara dan 125,29 Bujur Timur atau sekitar 201 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.

Menurut BMKG, getaran gempa dirasakan di Kota Manado dengan intensitas II-III MMI dan di Minahasa Utara dengan intensitas II MMI.

Selain itu, BMKG juga menerima laporan adanya kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud akibat rangkaian gempa yang terjadi sejak pagi.

 Gempa M 4,6 Kembali Guncang Tahuna

Aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Utara masih terus berlangsung. Pada pukul 09.38 WIB atau 10.38 Wita, BMKG kembali mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut.

 Gempa tersebut berada pada koordinat 5,35 Lintang Utara dan 125,36 Bujur Timur atau sekitar 193 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer.

Meski tidak berpotensi tsunami, gempa ini menunjukkan aktivitas tektonik di kawasan tersebut masih cukup tinggi pascagempa utama magnitudo 7,7.

Tsunami Terdeteksi di Sembilan Wilayah

BMKG memperbarui data pengamatan muka air laut dan mengonfirmasi bahwa tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Berdasarkan data pemutakhiran, ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan tinggi gelombang mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.

Selain Talengan, tsunami juga terdeteksi di sejumlah daerah lainnya, yakni:

Paleleh, Sulawesi Tengah: 0,45 meter
Melonguane, Kepulauan Talaud: 0,32 meter
Tanjung Sidupa: 0,32 meter
Tahuna, Kepulauan Sangihe: 0,30 meter
Bitung: 0,29 meter
Ulusiau, Kabupaten Sitaro: 0,18 meter
Ternate, Maluku Utara: 0,14 meter
Loloda, Halmahera Barat: 0,09 meter

Warga Pesisir Manado Sempat Panik

Guncangan gempa yang cukup kuat membuat warga pesisir Kota Manado sempat panik dan berhamburan keluar rumah.

Yunita Rogahang, warga Karangria Manado, mengaku terkejut saat gempa terjadi ketika dirinya sedang bersiap membuka kios makanan.

“Kaget bukan main. Langsung stop dan lari keluar,” ujarnya.

Kepanikan juga dirasakan Anci Ara (86), yang saat itu sedang memasak di rumahnya.

“Saya langsung keluar. Takut sekali karena kuat sekali goyangannya,” kata Anci.

Menurut Yunita, banyak warga sempat berkumpul di kawasan pantai untuk memantau kondisi laut karena khawatir terjadi tsunami.

“Torang kurang lia-lia pante. Tako jangan dia tsunami. Pikir mo lari ka mana kalau tsunami,” ujarnya.

Gempa susulan yang terjadi sekitar satu jam setelah gempa utama kembali membuat warga keluar rumah dan bertahan di ruang terbuka.

Basarnas dan BPBD Lakukan Pemantauan

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado langsung berkoordinasi dengan BPBD di sejumlah daerah, termasuk Kota Manado, Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Hasil pemantauan sementara menunjukkan masyarakat di beberapa wilayah melakukan evakuasi mandiri setelah peringatan tsunami dikeluarkan.

Hingga Senin siang, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa maupun tsunami. Namun petugas masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan bangunan dan dampak lainnya.

Aktivitas Tektonik Masih Tinggi

BNPB mengingatkan bahwa aktivitas tektonik di sekitar sumber gempa masih sangat aktif. Serangkaian gempa susulan bermagnitudo signifikan masih terus terjadi sebagai proses pelepasan energi di zona subduksi Laut Filipina.

BMKG menjelaskan gempa utama magnitudo 7,7 yang terjadi pada pukul 07.37 Wita dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik.

Karena itu, masyarakat di wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara dan Sulawesi Tengah diminta tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

(TribunManado/Tribunnews.com/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.