- Peringatan tsunami telah dikeluarkan di Filipina dan Indonesia menyusul gempa bumi dahsyat di lepas pantai Filipina.
Gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 melanda lepas pantai pulau Mindanao Filipina pagi ini pukul 7:40 Wita, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.
Sementara BMKG mengumumkan di saat yang sama gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pukul 07:37:42 Wita.
Gempa berpusat di 236 Km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Tahuna adalah ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), yang berbatasan dengan Mindanao, Filipina.
Sejumlah bangunan ambruk
Dampak gempa paling dirasakan di Mindanao.
The Inquirer melaporkan sejumlah bangunan di wilayah itu ambruk dan mengganggu layanan utilitas di beberapa wilayah.
Getaran kuat yang berlangsung sekitar 30 detik di wilayah Mindanao dan sekitarnya mengganggu layanan internet, listrik, dan air.
Para siswa dan guru bergegas keluar dari ruang kelas saat petugas sekolah mengaktifkan protokol darurat.
Wali Kota Cotabato City, Bruce Matabalao, memerintahkan penangguhan kegiatan belajar mengajar di semua tingkatan.
Sementara Kota Kidapawan menangguhkan kegiatan belajar mengajar dan pekerjaan pemerintah karena pihak berwenang sedang menilai kemungkinan kerusakan.
Di Sekolah Dasar Percontohan Pusat Kota Cotabato dan sekolah-sekolah lain di kota tersebut, siswa dievakuasi dari ruang kelas sebagai tindakan pencegahan.
Para orang tua juga bergegas ke Sekolah Dasar Percontohan Kota Kidapawan setelah gempa mengguncang kota sekitar pukul 7:40 pagi, dan menyatakan kekhawatiran akan keselamatan anak-anak mereka.
Di Kota General Santos, sebagian dari mal SM City dilaporkan mengalami kerusakan.
Laporan awal juga menunjukkan bahwa beberapa bangunan di kota tersebut rusak akibat gempa.
Pihak berwenang terus menilai tingkat kerusakan dan gangguan layanan.
(*)
# filipina # mindanao # gempa bumi