PROHABA.CO, ACEH TIMUR – Pemerintah Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, bergerak cepat menyikapi munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang warga di wilayah tersebut.
Selain melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah titik rawan, pemerintah kecamatan juga menginstruksikan seluruh keuchik untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.
Langkah tersebut dilakukan setelah Puskesmas Julok melaporkan sebanyak sembilan warga Gampong Blang Paoh Satu terjangkit DBD dalam rentang pertengahan Mei hingga awal Juni 2026.
Seluruh pasien diketahui sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Zubir Mahmud, Aceh Timur.
Camat Julok, Muhammad Ishak, mengatakan penanganan kasus DBD tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, budaya gotong royong adalah warisan leluhur yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari berbagai sumber penyakit.
“Kita sudah melakukan fogging dan saat ini saya juga menginstruksikan seluruh keuchik agar kembali menghidupkan budaya gotong royong di masing-masing gampong.
Gotong royong adalah warisan indatu yang harus terus dijaga.
Baca juga: Bidan RSUD Besuki Situbondo Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi, Suami Menyerahkan Diri
Baca juga: PN Idi Vonis 15 Tahun Penjara Terhadap Pelaku Pembunuhan di Aceh Timur
Lingkungan yang bersih akan menghasilkan udara yang sehat serta dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk DBD dan penyakit kulit,” ujar Muhammad Ishak.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah kecamatan, Muhammad Ishak turun langsung memimpin kegiatan gotong royong bersama aparatur kecamatan dan masyarakat.
Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan saluran air, selokan, serta area di sekitar Kantor Camat Julok yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan di halaman rumah maupun saluran drainase karena dapat memicu munculnya genangan air yang menjadi habitat nyamuk Aedes aegypti.
Pemerintah Kecamatan Julok juga mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus sebagai upaya memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Menindaklanjuti temuan kasus DBD tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur untuk memperkuat langkah penanganan dan pencegahan.
Saat ini, petugas kesehatan telah melakukan fogging di sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik penyebaran nyamuk, sekaligus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk.
Pemerintah berharap sinergi antara aparat desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menekan penyebaran DBD serta mencegah munculnya kasus baru di wilayah Kecamatan Julok.
(Serambinews.com/Maulidi Alfata)
Baca juga: BBPOM Aceh Temukan Jamu Tanpa Izin Edar, Sasar Pedagang Jamu Gerobak
Baca juga: Sepekan di Makkah, Jemaah Haji Aceh Fokus Ibadah di Masjidilharam
Baca juga: Bocah 11 Tahun di Sragen Ditemukan Tewas Penuh Luka di Dalam Rumah